Rabu, 29/05/2024 - 07:19 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Mengenal Sosok Ratu Adil yang Membawa Indonesia ke Puncak Kejaayaan dalam Ramalan Jayabaya

BANDA ACEH – MASYARAKAT tradisional Jawa percaya saat ini merupakan zaman edan atau era kegelapan seperti yang diramalkan Jayabaya. Karena itu akan datang Ratu Adil yang membawa negeri ini menuju masa kejayaan baru. Lalu siapakah sosok Ratu Adil tersebut?Jayabaya yang merupakan Raja Kediri era 1135-1157 pernah dijuluki sebagai Ratu Adil dan Satria Piningit. Memiliki gelar Sri Maharaja Sri Wameswara Madhusudana Watarandita Parakrama Digjoyottunggadewama Jayabhalancana, sosoknya digambarkan sebagai pemimpin yang adil dan visioner di masanya.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Jayabaya yang naik tahta di masa-masa sulit mampu menyatukan rakyat yang sempat terpecah di masa kepemimpinan Raja Airlangga kemudian berhasil membawa Kerajaan Kediri ke puncak kejayaan. Jayabaya juga masyhur akan ramalannya yang sampai sekarang masih sering dipelajari.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Mengutip dari Solopos, sebagaimana dinukil dalam karya ilmiah dan literasi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Bali berjudul “Ratu Adil Satria Piningit dan Zaman Edan”, secara harfiah, Satria Piningit diartikan sebagai ksatria yang masih tersembunyi oleh zaman. Sedangkan Ratu Adil diartikan sebagai pemimpin yang bijak dan adil.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Masyarakat zaman dulu beranggapan, sebutan Satria Piningit dan Ratu Adil adalah satu kesatuan, padahal tidak demikian. Seorang pemimpin yang dipandang sebagai Satria Piningit belum tentu menjadi Ratu Adil. Sebab untuk menjadi Ratu Adil harus bersikap adil dan peduli kepada seluruh rakyat yang dipimpinnya, tidak hanya mementingkan diri sendiri atau kelompok dan golongan yang mendukungnya.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Curhat Pegawai Kementan Berkali-kali 'Dipalak' SYL: Diminta Belikan HP, Parfum, hingga Pin Emas

Anggapan makna gelar yang sama antara Satria Piningit dan Ratu Adil muncul dari istilah Jawa yang berbunyi Satria Piningit sinisihan wahyu ratu adil yang menjadi pedoman dalam mencerminkan karakter seorang pemimpin. Dari ciri, sifat, dan karakter yang disebutkan lebih merujuk kepada model kepemimpinan dari suatu negara yang pemimpinnya mampu menegakkan keadilan.

Merujuk pada Kitab Musarar dari Sunan Giri Prapen yang berisi ramalan-ramalan Jayabaya, juga menunjukan konsep ketatanegaraan yang apabila diterapkan mampu menghasilkan masyarakat adil dan makmur sebagai penggambaran Ratu Adil. Demikian juga dalam penggambaran Satria Piningit (Ksatria penolong yang tersembunyi) ditandai dengan munculnya Ratu Adil.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Dalam kitab tersebut, terdapat bait yang berbunyi “Prabu tusing waliyulah, kadhatone pankekaling ing Mekah ingkah satunggal, Tanah Jawi kang sawiji, prenahe iku kaki, perak lan gunung Perahu, sakulone tempuran, balane samya jrih asih, iya iku ratu rinenggeng sajagat.”

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

(Raja keturunan waliyulah, berkedaton dua di Makkah dan Tanah Jawa, letaknya berada dekat dengan Gunung Perahu sebelah barat tempuran (pertemuan dua sungai), dicintai pasukannya, memang Raja yang terkenal di dunia)

ADVERTISEMENTS

Gunung Perahu adalah simbol dari Bukit Siguntang yang merupakan datarang tinggi di wilayah Kota Palembang. Sementara ‘tempuran’ merupakan tempat pertemuan antara Sungai Musi dan Sungai Ogan yang lokasinya tidak jauh dari Bukit Siguntang. Sebelah barat terdapat Masjid Muara Ogan. Bukit Siguntang merupakan simbol kejayaan Kesatuan Sriwijaya yang ditandai ditemukannya prasasti Kedukan Bukit di kaki Bukit Suguntang.

ADVERTISEMENTS

Demikian halnya, tempuran sungai Ogan dan Musi melambangkan persatuan masyarakat Nusantara. Berabad-abad yang lampau pernah berkumpul 20.000 bala tentara pimpinan Dapunta Hyang Jayanasa. Simbolisasi tersebut menunjukan, Jayabaya memiliki hubungan historis dengan Sriwijaya di mana raja pendahulunya, Raja Airlangga menikah dengan Putri Kerajaan Sriwijaya bernama Wijayatunggawarman.

Berita Lainnya:
Peringatan Harlah Pancasila, Presiden Jokowi Akan Pimpin Upacara di Blok Rokan

Dari perkawinan tersebut menurunkan Sri Bameswara yang menikah dengan Putri Panjalu yang menurunkan Jayabaya sebagai Raja Kerajaan Kediri. Jayabaya dalam ramalannya juga mengatakan terkait kemunculan sang Ratu Adil dan Satria Piningit di masa yang akan datang yang akan membawa kembali masa kejayaan.

Ramalan Jayabaya tentang Kemunculan Sang Ratu Adil, tertulis sang Ratu Adil di masa yang akan datang adalah orang Jawa dari keturunan Kerajaan Majapahit yang akan muncul saat kendaraan besi dapat berjalan tanpa kuda, dan kapal dapat menjelajah langit dan angkasa. Dalam ramalan itu juga dikatakan Ratu Adil akan menghadapi masa sulit, penghinaan dan kemiskinan. Namun, masa itu akan terlewati karena ketulusan dan keteguhan hatinya.

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi