Rabu, 17/04/2024 - 06:38 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

China Ogah Komentari Kematian Alexei Navalny

ADVERTISEMENTS

Potret pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny yang dipenjara dan bunga ditempatkan saat orang-orang berunjuk rasa di dekat kedutaan Rusia untuk Prancis, Jumat, 16 Februari 2024 di Paris.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

BEIJING — Pemerintah China menolak berkomentar soal kematian tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny, dengan menyebutnya sebagai urusan internal negara Beruang Merah itu.

ADVERTISEMENTS

“Itu urusan dalam negeri Rusia. Saya tidak punya komentar tentang hal itu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning saat ditanya wartawan dalam pengarahan pers di Beijing, China, pada Senin (19/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah

Badan pemasyarakatan Rusia pada Jumat (16/02) mengumumkan bahwa Navalny meninggal di penjara tempat dia menjalani hukumannya. Dia dilaporkan kehilangan kesadaran setelah berjalan-jalan di penjara yang berada di Distrik Otonomi Yamalo-Nenets Arktik itu.

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Enam Bulan Serang Gaza, Netanyahu Kini Derita Hernia

Namun, pernyataan China yang menyebut kematian Navalny sebagai urusan internal Rusia itu dikritik oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, yang mengatakan bahwa kematian Navalny akibat rezim otoriter Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Berbeda dengan NATO, China tidak pernah mencampuri urusan domestik negara lain,” kata Mao Ning.

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah

China meminta agar NATO berhenti mengeluarkan pernyataan yang menambah ketegangan dan mencampuri urusan negara lain demi memperluas pengaruh.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal
Berita Lainnya:
Cina Gelar Forum Demokrasi Internasional

“…dan berhenti mencoreng nama baik China serta memicu permusuhan dan konfrontasi,” kata sang jubir.

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%

Navalny ditangkap pada Januari 2021 setelah dirawat di rumah sakit di Jerman akibat keracunan.

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024

Negara-negara Barat dan Navalny menyalahkan Rusia atas insiden keracunan itu yang disangkal oleh Moskow.

AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Pada Agustus, Navalny dijatuhi hukuman penjara 19 tahun atas tuduhan ekstremisme dan kejahatan lainnya. Dia sudah menjalani 11,5 tahun penjara atas kasus penipuan.

Kematian Navalny terjadi di tengah upaya Kongres AS memberikan bantuan tambahan kepada Ukraina yang sedang berperang melawan Rusia.

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi