Minggu, 26/05/2024 - 18:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Rusia: AS tak Punya Pengaruh Nyata Terhadap Israel

Warga Palestina menyaksikan kehancuran akibat serangan Israel di Jalur Gaza di Rafah pada Senin, 12 Februari 2024.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

NEW YORK – Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan, upaya diplomatik Amerika Serikat (AS) terhadap penyelesaian konflik Israel-Palestina sia-sia. Menurutnya, Washington pun tak bisa memberikan tekanan nyata pada Israel.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Upaya diplomasi yang dilakukan Washington dengan alasan yang terus-menerus diulangi oleh rekan-rekan Amerika kami, tidak membuahkan hasil sejauh ini. Jelas bahwa Washington tidak memiliki pengaruh nyata terhadap Pemerintah Israel,” kata Nebenzia, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS, Kamis (22/2/2024).

 

Nebenzia mengungkapkan, sejauh ini Israel masih teguh melanjutkan operasi militernya di Jalur Gaza. Selain itu, Tel Avivi pun terus menyerukan agar negara-negara menarik dukungannya terhadap Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Menlu Inggris: Permukiman Ilegal Israel Jadi Batu Sandungan Penyelesaian Konflik

Hal itu menyusul dugaan keterlibatan sejumlah staf UNRWA dalam serangan Hamas ke Israel pada Oktober tahun lalu. UNRWA adalah badan utama yang menyediakan kebutuhan esensial bagi jutaan pengungsi Palestina.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Sebelumnya, Nebenzia telah mengkritik tajam langkah AS yang kembali memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB tentang seruan gencatan senjata di Jalur Gaza. Dia menilai, Washington terus memberikan izin membunuh kepada Israel.

“Aljazair menyelenggarakan diskusi dengan iktikad baik untuk menghasilkan rancangan resolusi, namun AS pada dasarnya mengeluarkan ultimatum, dengan menyatakan rancangan tersebut berbahaya karena akan menghambat pembicaraan yang sedang berlangsung,” kata Nebenzia, Selasa (20/2/2024), dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA.

ADVERTISEMENTS

Aljazair adalah pihak yang menyusun rancangan resolusi terbaru tentang seruan gencatan senjata di Gaza. Pembicaraan yang disinggung Nebenzia dalam pernyataannya adalah terkait negosiasi gencatan senjata Israel-Hamas yang dimediasi AS, Qatar, dan Mesir. Dia mengisyaratkan dukungan Rusia terhadap gencatan senjata di Gaza.

ADVERTISEMENTS

“Opini publik tidak akan lagi memaafkan Dewan Keamanan jika tidak bertindak,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Pasukan IDF Terus Berguguran, Israel Terpaksa Panggil Veteran Gaek

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi