Selasa, 21/05/2024 - 22:31 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Ukraina: Tak akan Ada Lagi Masa Damai di Eropa 

MUNICH — Pekan lalu Rusia berhasil merebut Kota Avdiivka di timur Ukraina. Prestasi terbesar Moskow dalam invasinya di Ukraina dalam sembilan bulan terakhir. Kota yang sebelum perang dihuni 30 ribu warga sipil itu lenyap.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Selain itu diragukan apakah perusahaan lokal, pabrik kokas terbesar di Eropa, dapat segera kembali beroperasi. Namun, pendudukan ini memberi Presiden Rusia Vladimir Putin hak untuk membanggakan diri menjelang pemilihan umum yang akan dihadapinya pada bulan Maret.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Pasukan Rusia mulai menekan pertahanan Ukraina dengan pada bulan Oktober lalu. Setelah serangan balasan Kiev sepanjang musim panas selama tiga bulan berakhir. Rusia juga berjanji akan memberikan pukulan musim dingin kepada Ukraina.

Rusia mengepung kota itu dari utara dan selatan dan selama empat bulan pertempuran yang paling sengit, komandan pasukan Tavria Ukraina, Oleksandr Tarnavskyi akhirnya mengumumkan pertempuran memakan 47 ribu korban jiwa. Ukraina juga kehilangan 364 tank, 248 artileri, 748 kendaraan tempur lapis baja, dan lima pesawat.

Berita ini menjadi pukulan telak bagi sekutu-sekutu Ukraina yang sedang berkumpul di Konferensi Keamanan Munich. “Masa damai di Eropa telah berakhir,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba kepada para peserta konferensi seperti dikutip dari Aljazirah, Jumat (23/2/2024).

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Dan setiap kali tentara Ukraina mundur dari sebuah kota di Ukraina karena kekurangan amunisi, pikirkanlah hal ini bukan hanya dalam hal demokrasi dan mempertahankan tatanan dunia. Tetapi juga dalam hal tentara Rusia yang semakin dekat beberapa kilometer ke kota Anda,” katanya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Rusia: Pembekuan 300 Miliar Dolar AS Aset Rusia Adalah Pencurian Terbesar

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga memanfaatkan momen ini untuk menekan sekutu-sekutunya untuk memberikan lebih banyak pasokan senjata. “Sayangnya, membuat Ukraina mengalami defisit senjata, terutama defisit artileri dan kemampuan jarak jauh, memungkinkan Putin untuk beradaptasi dengan intensitas perang saat ini. Pelemahan demokrasi yang terjadi dengan sendirinya dari waktu ke waktu ini merusak hasil yang kita capai bersama,” kata Zelenskyy di Munich.

Banyak warga Ukraina yang menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas keberhasilan Rusia. Karena bantuan militer senilai 60,6 miliar dolar AS untuk Ukraina masih tertahan di Kongres. “Pada 2022, pemerintahan [AS] [Joe Biden] mengajukan permintaan pendanaan pada musim semi, hampir segera setelah invasi,” kata direktur Kyiv School of Economics Tymofiy Mylovanov.

ADVERTISEMENTS

“Namun pada 2023, mereka menunggu hingga pertengahan musim gugur untuk mengumumkan apa yang mereka rencanakan untuk diajukan,” katanya. “Avdiivka menunjukkan harga yang harus dibayar dari penundaan politik ini: nyawa manusia, wilayah yang hilang, dan mendorong Rusia. Jika itu adalah rencana ‘untuk bersama Ukraina selama yang dibutuhkan’, maka penundaan bantuan AS hanya memperpanjang perang.”

ADVERTISEMENTS

Kunci Rusia memecahkan kebuntuan selama berbulan-bulan di darat tampaknya datang dari udara. “Pasukan Rusia tampaknya membangun superioritas udara yang terbatas dan terlokalisasi untuk sementara waktu dan mampu memberikan dukungan udara dari jarak dekat kepada pasukan darat selama hari-hari terakhir operasi ofensif mereka,” kata lembaga think-tank Institute for the Study of War yang berbasis di Washington.

Berita Lainnya:
Korsel Buat Perjanjian Sediakan Dana Kerja Sama Ekonomi untuk Ukraina

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, pasukan Moskow menggelar 450 serangan udara presisi tinggi pada hari-hari terakhir operasi di Avdiivka. Banyak diantaranya menggunakan bom luncur atau glide bomb, amunisi besar tak bertenaga yang dilengkapi dengan sirip yang dapat diatur agar jangkauannya lebih jauh dari bom inersia biasa dan menyerang dengan presisi yang lebih tinggi.

Seorang tentara Ukraina mengatakan pada tanggal 17 Februari 2024, saja terdapat 60 bom dijatuhkan. Penggunaan kekuatan udara ini harus dibayar mahal. Pekan lalu Ukraina menembak jatuh dua Sukhoi-34 dan Sukhoi-35 di atas Donetsk saat pesawat-pesawat tempur itu melakukan serangan mendadak untuk menjatuhkan bom luncur.

Pada Senin (12/2/2024) pasukan Ukraina menembak jatuh pesawat Sukhoi-34 dan Sukhoi-35 yang menyerang posisi Ukraina dengan bom luncur, dan satu Sukhoi-34 pada Rabu (14/2/2024). Secara keseluruhan, Ukraina mengatakan mereka menembak jatuh tujuh pesawat dalam lima hari.

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi