Jumat, 19/04/2024 - 04:40 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

LPSK Minta Privasi Korban dan Keluarga Kasus Perundungan Binus Dilindungi

ADVERTISEMENTS

 JAKARTA — Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkapkan, korban perundungan oleh siswa Binus School Serpong sudah mengajukan permohonan perlindungan. Korban dan keluarga mengaku merasa kurang nyaman dengan kondisi yang berlangsung saat ini terhadap mereka.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Orang tua korban telah mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK Jumat (23/2/2024). Korban dan keluarganya saat ini merasakan kondisi yang kurang nyaman,” kata Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution lewat keterangannya, Sabtu (24/2/2024). 

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Dia menyatakan perlunya perlindungan di ranah privasi korban dan keluarganya. Menurut Maneger, mengingat korban dalam hal ini masih berusia anak, tentunya proses penegakan hukum telah mengatur kaidah-kaidah perlindungan yang khusus terhadap anak korban, juga pada anak pelaku yang akan berhadapan dengan hukum.

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Rembuk Nusantara Duga Ada Upaya Mengandaskan Gugatan Anwar Usman di PTUN

“Situasi ini menunjukkan anak rentan terhadap praktik-praktik perundungan di lingkungan sekolah,” kata dia.

 

Maneger menyatakan, pendekatan penyelesaian perkara tersebut harus komprehensif, selain penanganan kepada korban yang harus cepat, anak pelaku juga perlu ditangani dengan tepat. Artinya, kata dia, ada kondisi atau situasi yang tidak kondusif bagi tumbuh kembang anak dilingkungan mereka bersekolah.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil
Berita Lainnya:
Perpustakaan Universitas BSI Masuk Daftar Perpustakaan Perguruan Tinggi Kriteria UniRank

“Anak korban harus ditangani segera kondisi medis dan psikologisnya, untuk itu perlu didorong agara semua pemangku kepentingan yang memiliki tugas dan fungsi perlindungan terhadap anak segera memastikan bahwa anak korban telah ditangani secara tepat” lanjut dia. 

LPSK dapat mengambil peran untuk melakukan perlindungan kepada korban dalam hal terdapat ancaman atau intimidasi terhadap korban atau keluarganya selama proses hukum berjalan atau memberikan layanan fasilitasi restitusi bagi korban.

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi