Rabu, 17/04/2024 - 10:17 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Perdana Menteri Otoritas Palestina Mengundurkan Diri

ADVERTISEMENTS

Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammad Shtayyeh mengundurkan diri dari pemerintah yang menguasai sebagian Tepi Barat. (ilustrasi)

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

 TEPI BARAT — Perdana Menteri Otoritas Palestina Mohammad Shtayyeh mengundurkan diri dari pemerintah yang menguasai sebagian Tepi Barat karena melonjaknya kekerasan di wilayah pendudukan dan perang Israel di Gaza.

ADVERTISEMENTS

“Keputusan untuk mengundurkan diri datang dari eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Tepi Barat dan Yerusalem dan perang, genosida, dan kelaparan di Jalur Gaza,” kata Shtayyeh yang mengajukan surat pengunduran dirinya ke Presiden Palestina Mahmoud Abbas seperti dikutip dari Aljazirah, Senin (26/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Promo Takjil Bank Aceh Syariah

“Saya melihat tahapan dan tantangan selanjutnya membutuhkan pemerintah dan kesepakatan politik baru untuk menghadapi realitas baru di Gaza dan dibutuhkannya konsensus antara masyarakat Palestina berdasarkan persatuan Palestina dan perluasan otoritas persatuan di tanah rakyat Palestina,” katanya.

ADVERTISEMENTS
Promo Pembiayaan Ramadhan Ekstra Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Kanada Akan Larang Penjualan Senjata ke Israel

Pengumuman Shtayyeh ini disampaikan saat Amerika Serikat (AS) menekan Abbas untuk mereformasi Otoritas Palestina dan memulai untuk mengerjakan struktur politik yang dapat memerintah negara Palestina setelah perang. Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali menolak gagasan Otoritas Palestina memerintah di Gaza dan pendirian negara Palestina.

Pekan lalu anggota parlemen Israel mendukung penolakan Netanyahu untuk pengakuan “sepihak” negara Palestina. “Knesset bersatu dengan suara mayoritas yang sangat besar menentang upaya untuk memaksakan pendirian negara Palestina, yang tidak hanya akan gagal membawa perdamaian, tetapi juga akan membahayakan negara Israel,” kata Netanyahu.

ADVERTISEMENTS
Ramadhan Berbagi Bersama Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
AS Wanti-wanti Israel Nasib Warga Sipil di Rafah

Namun Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam hasil pemungutan suara di Knesset. Kementerian mengatakan Israel menyandera hak-hak warga Palestina. “Kementerian menegaskan kembali keanggotaan penuh Negara Palestina di PBB dan pengakuan dari negara lain tidak membutuhkan izin dari Netanyahu,” kata kementerian dalam pernyataannya.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses Pelantikan dan Setijab Mayjen TNI Niko Fahrizal

Sejak Perjanjian Oslo pada awal 1990-an, hanya sedikit upaya yang tercapai untuk mewujudkan solusi dua negara. 

ADVERTISEMENTS
Semarak Ramadhan 1445 H bersama Bank Aceh Syariah, Diskon Belanja 50%

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Bank Aceh - Telkomsel, Beli Paket Data mulai dari 110K OMG melalui Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Periode 11 Maret - 11 April 2024
AADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi