Senin, 22/04/2024 - 19:42 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Polisi Periksa Rektor Universitas Pancasila Hari Ini Terkait Dugaan Pelecehan

ADVERTISEMENTS

REPUBLIKA.CO.ID ,JAKARTA — Penyidik Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menjadwalkan pemanggilan terhadap Rektor Universitas Pancasila (UP) Jakarta Prof Dr Edie Toet Hedratno alias ETH pada hari Senin (26/2/2024). Pemanggilan tersebut dilakukan dalam rangka pemeriksaan kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukam ETH terhadap seorang wanita berinisial RZ. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat Memperingati Hari Kartini dari Bank Aceh Syariah

“Betul (rektor UP dipanggil untuk diperiksa),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Ahad (25/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Rencananya pemeriksaan terhadap terduga pelaku sekaligus saksi terlapor akan dilakukan di Mapolda Metro Jaya. Namun Ade Ary mengaku belum mengetahui apakah rektor dipastikan hadir atau tidak.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Ade Ary mengatakan ETH diperiksa penyidik dalam kapasitasnya sebagai terlapor. Untuk proses hukum kasus pelecehan seksual yang menjerat rektor Universitas Pancasila tersebut sudah berjalan dan masih dalam tahap proses penyelidikan.  

ADVERTISEMENTS
Berita Lainnya:
Viral Pria Pengemudi Mobil Mewah Curi Bra di Perumahan Elit Bintaro, Ternyata Ini Alasannya

 

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

“Saat ini sedang dilakukan penyelidikan,” ungkap Ade Ary.

Tanggapan kampus

Diberitakan Republika sebelumnya, ETH diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap pegawai kehumasan di kampus tersebut. Pihak Universitas Pancasila memberikan tanggapan terkait laporan berinisial RZ terhadap rektor ke Polda Metro Jaya. 

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan, mengingat sedang ditangani pihak berwenang. Selain itu kami juga menghormati pihak-pihak yang terlibat lainnya, baik pelapor maupun terlapor,” jelas Kepala Biro Universitas Pancasila, Putri Langka.

Selain itu, Putri juga menegaskan pihaknya selalu berpegang pada prinsip “praduga tak bersalah” sampai pada putusan hukum ditetapkan. Karena itu pihaknya juga akan menunggu proses hukum yang berjalan di Polda serta tidak dapat mendahului proses yang sedang berjalan. Ia meminta agar semua pihak juga mendukung proses hukum kasus dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan pelapor ke Polda Metro Jaya

Berita Lainnya:
KPK Vs Kejagung, MAKI: Kejagung dan KPK Bisa Berbagi Penanganan LPEI

“Kami juga mengimbau semua pihak untuk mendukung proses yang sedang berjalan ini, yang jelas kami selalu berkomitmen untuk kooperatif dalam menjaga hal terbaik untuk institusi,” imbau Putri Langka

Sementara terkait pemecatan, kata Putri Langka, dalam waktu pihak yayasan bakal melaksanakan rapat pleno untuk membahas kasus tersebut termasuk hal-hal yang berkaitan dengan posisi rektor. Karena itu dirinya belum dapat berkomentar mengenai langkah pemberhentian rektor Edei Toet Hedartno dari jabatannya di Universitas Pancasila. 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi