Jumat, 19/04/2024 - 15:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Khan dan Istrinya Mengaku Tidak Bersalah atas Tuduhan Gratifikasi

ADVERTISEMENTS

ISLAMABAD — Mantan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dan istrinya menghadiri sidang kasus gratifikasi di pengadilan dekat Islamabad. Keduanya mengaku tidak bersalah atas tuduhan menerima suap dari taipan real estate sebagai imbalan pencucian uang dalam jumlah besar.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Sidang ini merupakan kasus kedua yang diajukan ke Khan dan istrinya Bushra Bibi atas tuduhan korupsi. Jaksa menuduh pasangan itu menggunakan yayasan amal keluarga mereka untuk mendirikan universitas di lahan yang dihibahkan pengusaha kaya Malik Riaz.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Sebagai imbalannya pengusaha itu memberi 190 juta poundsterling dalam pencucian uang yang dikembalikan pihak berwenang Inggris ke Pakistan. Khan yang digulingkan mosi tidak percaya dalam pemungutan suara April 2020 lalu kini menjalani masa hukum penjara dan 170 kasus hukum.

ADVERTISEMENTS

Ia didakwa kasus korupsi, menghasut orang-orang untuk melakukan kekerasan sampai teroris. Pasangan itu juga didakwa kasus suap dengan tuduhan menjual hadiah negara saat Khan masih menjabat.

Pada Selasa (27/2/2024) Khan membantah semua tuduhan dan bersikeras penahanannya yang dilakukan sejak tahun lalu merupakan plot lawan politiknya agar ia tidak bisa kembali ke panggung politik. Ia dilarang maju dalam pemilihan parlemeb 8 Februari lalu yang dimenangkan partai saingannya Pakistan Muslim League atau PML-N.

Berita Lainnya:
Redam Krisis Kesehatan, Korsel Tegaskan Fleksibel Soal Peningkatan Kuota Mahasiswa

Partai yang dipimpin mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif itu menjadi partai terbesar di Majelis Nasional. Adik Nawaz yakni Shebaz Sharif terpilih menjadi perdana menteri dan akan membentuk pemerintahan koalisi setelah pelantikan di parlemen.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Khan dihadapkan ke depan hakim di pengadilan dengan penjagaan ketat di dalam penjara Adiala, di kota garnisun Rawalpindi di luar Islamabad, di mana dia menjalani hukuman penjara secara bersamaan. Bibi yang menjadi tahanan rumah di Islamabad dibawa pengadilan dengan konvoi keamanan ketat.

Pengacara Khan dan Bibi mengatakan pasangan itu mengaku tidak bersalah setelah dakwaan terakhir dibacakan dan hakim menangguhkan proses persidangan sampai bulan depan.

Dalam kasus yang terpisah mereka juga divonis masing-masing tujuh tahun penjara karena pernikahan mereka dianggap melanggar hukum sebab jarak waktu antara perceraian Bibi dari pernikahan sebelumnya dengan pernikahan mereka dianggap terlalu cepat.

Berita Lainnya:
Halau Serangan Iran, Biaya Sistem Pertahanan Israel Habiskan 1 Miliar Dolar AS Semalam

Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf yang mengusung Khan mengecam proses persidangan itu sebagai “berat sebelah” dan mengeluh karena tim kuasa hukum Khan hanya memiliki akses terbatas kepadanya dan media dilarang meliput persidangan.

Di luar penjara Adiala mengatakan pengacara Salman Safdar yang mewakili Khan dan Bibi mengatakan keduanya diperlakukan “dengan cara yang tidak menyenangkan dan terkutuk.” Ia mengatakan tim hukum pasangan tersebut mengajukan banding dan berharap mereka akan segera dibebaskan.

Sejauh ini Khan telah dihukum atas tuduhan korupsi, mengungkapkan rahasia negara dan melanggar undang-undang pernikahan dalam tiga putusan terpisah dan dijatuhi hukuman masing-masing 10, 14 dan tujuh tahun. Di bawah hukum Pakistan, ia harus menjalani hukuman secara bersamaan yang berarti, hukuman yang paling lama.

Khan mengajukan banding atas semua vonis tersebut. 

Sumber: Republika

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi