Kamis, 18/04/2024 - 18:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Viral PSK Di-booking Penyandang Disabilitas Setiap Minggu: Nerima Apa Adanya

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH – Belum lama ini kisah dari Olive Pearl yang berumur 30 tahun dan merupakan seorang pekerja seks koremesial (PSK), membagikan pengalamannya berhubungan intim dengan Gavin Thorneycroft, seorang pria penyandang disabilitas.Dilansir dari Mirror, Rabu, 28 Februari 2024, menurut Olive, pengalaman berhubungan intim dengan Gavin tidak jauh berbeda dengan berhubungan dengan pria lainnya yang tidak memiliki disabilitas.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

“Ketika saya bersamanya, saya tidak melihat perbedaan besar dengan klien lain,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Viral Video Pelajar SMP di Jepang Kunjungi Masjid untuk Belajar Islam, Sikapnya Diacungi Jempol

Olive menjelaskan bahwa meskipun ada beberapa penyesuaian yang diperlukan untuk membuat Gavin merasa nyaman, seperti menyesuaikan posisi, namun hal itu tidak mengganggu keseluruhan pengalaman.

ADVERTISEMENTS

“Kami hanya perlu sedikit kreatif dengan posisi kami untuk memastikan kenyamanannya – ayunan seks adalah salah satu contohnya – tetapi selain itu, semuanya berjalan lancar,” tambahnya.

Merasa nyaman dengan Olive, Gavin pun enggan berpaling kepada jasa seks lainnya. Terlebih, Gavin menemukan kesulitan mendapatkan pekerja seks yang mau menamaninya.

Berita Lainnya:
Muluskan Air Dropping Bantuan RI ke Gaza via Udara, Prabowo Didukung Warganet

“Berhubungan seks membuat saya merasa normal, tetapi sulit untuk menemukan pekerja seks yang mendapatkannya,” katanya seperti dikutip dari Mirror.

ADVERTISEMENTS
Mudahkan Hidup Anda!, Bayar PBB Kapan Saja, Di Mana Saja! - Aceh Singkil

Oleh karena itu, Gavin dan Olive kini berteman baik dan rajin melakukan hubungan seksual setiap minggu.

“Hanya karena saya cacat, bukan berarti saya tidak memiliki keinginan dan kebutuhan yang sama dengan orang yang berbadan sehat,” sambungnya.

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi