Kamis, 18/04/2024 - 17:07 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Foto Satelit NASA Soroti Penyusutan Kawasan Hutan Kalimantan Akibat Pembangunan IKN

ADVERTISEMENTS

BANDA ACEH – National Aeronautics and Space Administrationcode (NASA) atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat menyoroti perubahan kawasan hutan di Kalimantan setelah adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara atau IKN.Satelit NASA memotret kondisi terbaru kawasan hutan Kalimantan pada Februari 2024 dan membandingkannya dengna kondisi pada April 2022 lalu. Hasilnya, kawasan hutan yang hijau tampak menyusut.NASA merilis potret perubahan kawasan hutan di IKN melalui laman Earth Observatory Nasa dengan judul “Nusantara: A New Capital City in the Forest”. Dalam rilis itu disebutkan, sejak musim panas 2022, hutan di Kalimantan Timur mengalami perubahan pesat. “Jalan telah diukir pada lanskap dan bangunan didirikan di dekat Teluk Balikpapan di Kalimantan Timur, seiring Indonesia membangun ibu kota baru,” demikian disampaikan NASA.Nasa menjelaskan, potret kawasan IKN pada April 2022 dan Februari 2024 itu ditangkap menggunakan Operational Land Imager-2 atau OLI-2 di Landsat 0 dan OLI di Landsat 8. Pada gambar yang dipotret pada 2024, tanah telah terbuka untuk jaringan jalan yang dibuat di dalam hutan. Dalam laporan NASA juga disebutkan, rencana proyek menetapkan bahwa IKN bakal menjadi kota metropolitan yang hijau dan dapat dilalui dengan berjalan kaki. Selain itu, IKN bakal didukung energi terbarukan dan 75 persen kotanya masih berupa hutan. Namun, menurut NASA< beberapa peneliti khawatir perubahan penggunaan lahan ini dapat membahayakan hutan dan satwa liat di wilayah tersebut."Hamparan daratan dan perairan pantai yang sedang dikembangkan kaya akan keanekaragaman hayati dan rumah bagi hutan bakau, bekantan, dan lumba-lumba Irrawaddy," tulis NASA. "Meskipun lokasinya banyak berubah selama setengah tahun terakhir, kota ini masih jauh dari selesai. Konstruksi direncanakan selesai pada 2045."Adapun Presiden Jokowi mengumumkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Penajam Pasir Utara, Kalimantan Timur pada 2019 lalu. Mengutip rilis Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jokowi menyebut pemilihan lokasi di Kalimantan Timur itu didasari beberapa pertimbangan.Pertimbangan tersebut meliputi risiko bencana minimal; lokasi strategis karena berada di tengah-tengah Indonesia); bedekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda; telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkapl dan sudah tersedia lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180.000 hektar.Menurut Presiden Jokowi, IKN mengusung konsep smart forest city atau kota modern yang ramah lingkungan. Hal ini terlihat dari mayoritas atau 70 persen lahan IKN adalah kawasan hijau. Kawasan hijau ini berupa hutan yang sekarang ini monokultur, dan akan diperbaiki menjadi sebuah hutan yang heterogen yang akan mendekati hutan hujan tropis.Tak hanya itu, nantinya transportasi yang digunakan di IKN sebagian besar adalah transportasi publik berenergi listrik. Jokowi menyampaikan hal tersebut di depan para civitas Universitas Georgetown, di Washington DC, Amerika Serikat, pada tahun lalu. “Dan 80 persen akan menggunakan transportasi publik kendaraan listrik dan penghuninya 100 persen harus menggunakan kendaraan listrik, sehingga nanti menjadi kota yang betul-betul hijau, yang layak untuk dihuni bersama-sama,” tutur Jokowi ebagaimana tayangan video yang diunggah di laman YouTube Sekretariat Presiden, Selasa malam, 14 November 2023.Hingga kini, pembangunan IKN masih berlanjut. Groundbreaking proyek pun sudah mencapai tahap kelima yang dijadwalkan Kamis, 29 Februari 2024 dan hari ini, Jumat, 1 Maret 2024.Sumber: tempo

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
Berita Lainnya:
Menparekraf Dukung Sumbar Perkuat Wisata Halal

ADVERTISEMENTS
Manyambut Kemenangan Idul Fitri 1445 H dari Bank Aceh Syariah

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi