DUNIA
INTERNASIONALPALESTINA

Gaza Mau Dibom Nuklir, Menteri Israel Juga Serukan Bulan Suci Ramadhan Dihapus

Sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut laporan PBB.

Israel dituduh melakukan genosida oleh Mahkamah Internasional, dan keputusan sementara pada bulan Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

Sebelumnya, pada bulan November tahun lalu, Menteri Warisan Budaya Israel Amichai Eliyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza adalah sebuah pilihan.

Eliyahu, seorang menteri dari partai sayap kanan Otzma Yehudit, mengatakan bahwa salah satu pilihan Israel dalam perang di Gaza adalah menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza.

Berbicara dalam wawancara radio, Eliyahu juga menyuarakan keberatannya untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.

“ Kami tidak akan menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Nazi,” kata menteri tersebut, seraya menambahkan bahwa “tidak ada warga sipil yang tidak terlibat di Gaza,” ujarnya.

Menteri sayap kanan tersebut juga mengatakan bahwa penduduk Palestina bisa pergi ke Irlandia atau pergi ke gurun pasir, monster di Gaza harus menemukan solusinya sendiri.

Dia menambahkan, siapa pun yang mengibarkan bendera Palestina atau Hamas tidak boleh terus hidup di muka bumi.

Sementara itu, pemimpin oposisi Yair Lapid menyerukan pemecatan Eliyahu atas pernyataannya.

Lapid menjulukinya sebagai pernyataan yang mengejutkan dan gila dari menteri yang tidak bertanggung jawab.

“ Dia merugikan keluarga para korban penculikan, merugikan masyarakat Israel, dan merugikan kedudukan internasional kami,” ujarnya pada platform media sosial X.

“ Kehadiran ekstremis di pemerintahan membahayakan kami dan keberhasilan tujuan perang – mengalahkan Hamas dan mengembalikan semua orang yang diculik,” tambah pemimpin oposisi tersebut.

Dia juga menekankan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu harus memecatnya terhadap Menteri sayap kanan tersebut.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website