Prabowo-subianto-dan-ketua-umum-Demokrat-ahy-kampanye-pilpres-2024-di-stadion-gajayana.jpg” width=”640″/>BANDA ACEH – Koordinator Juru Bicara (Jubir) Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menanggapi kenaikan suara tidak wajar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam penghitungan suara atau real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dia mengakui sirekap KPU perlu dikritisi karena timbul berbagai masalah.
Yang pertama, kata Herzaky, sirekap KPU perlu dikritisi karena banyak data dan tabel grafik yang tidak sesuai dengan data C1 hasil yang ada di lapangan.
“Memang sirekap KPU perlu dikritisi karena banyak data di tabel atau grafik yang belum sesuai dengan data C1 hasil,” kata Herzaky saat dikonfirmasi, Senin (4/3/2024).
Alasan kedua, Herzaky menjelaskan bahwa sirekap banyak tidak mengunggah C1 hasil di website KPU. Karena itu, sirekap tidak bisa menjadi dasar dalam penghitungan suara.
“Sirekap itu hanya sumber informasi publik, tidak dijadikan dasar dalam penghitungan suara,” katanya.
Oleh sebab itu, Herzaky menyampaikan pihaknya kini lebih fokus mengawal pleno rekapitulasi penghitungan suara berjenjang dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota hingga provinsi.
“Jadi, kalaupun benar ada kenaikan drastis suara PSI di Sirekap KPU, kita cermati saja di tiap jenjang pleno penghitungan suara. Apakah selaras atau tidak dengan form C1 hasil ataupun D1 hasil,” pungkasnya.
Diketahui, Demokrat dan PSI merupakan bagian dari partai Politik pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Pasangan tersebut saat ini unggul dalam perolehan suara real count KPU dengan kisaran 58 persen.
Dalam catatan Tribunnews.com, perolehan suara PSI dalam real count KPU adalah meroket hanya dalam waktu tiga hari berdasarkan hasil hitung suara manual atau real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari 29 Februari hingga 2 Maret 2024.
Dalam rentang waktu tersebut, suara PSI bertambah hingga 230.361 suara per Sabtu (2/3/2024) pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan hasil real count KPU pada Kamis (29/2/2024) pukul 10.00 WIB, suara PSI baru mencapai 2.171.907 atau 2,86 persen.
Suara total yang masuk berdasarkan Sirekap pada saat itu 65,48 persen atau berasal dari 539.084 TPS dari total keseluruhan 823.236 TPS.
Alhasil, dengan tambahan tersebut, raihan suara partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu kini mencapai 2.402.268 atau 3,13 persen.
Sementara, total suara yang masuk berdasarkan hasil Sirekap pada Sabtu pukul 15.00 WIB mencapai 541.324 TPS atau 65,76 persen.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler