Jadi, apakah ada yang salah jika keluarga besar Jokowi terjun Politik dan menang pemilihan? Jawabnya, tidak. Keluarga besar Jokowi kan cuma berikhtiar. Sama halnya ribuan peserta Pemilu 2024 berikhtiar. Jadi peserta Pemilu. Penentunya adalah rakyat.
Karena rakyat suka pada Presiden Jokowi, maka seluruh keluarga Jokowi bakal didukung rakyat jika ikut Pemilu atau Pilkada. Begitu logikanya.
Seumpama, Jan Ethes, cucu Jokowi, kini sudah dewasa dan maju ke Pemilihan Wali Kota Solo, mungkin bisa menang. Soal curang atau tidak, kan harus dibuktikan oleh penggugat. Lalu jadi gugatan Pilkada.
Tapi, tidak begitu buat lawan politik Jokowi. Setidaknya, buat orang yang terkejut dengan fenomena Keluarga Besar Jokowi. Terbaru, disampaikan Pengamat Politik Ikrar Nusa Bhakti di acara bertajuk ‘Omon-omon Soal Oposisi’, Minggu, 10 Maret 2024.
Dilihat dari judul acara, kelihatan tidak formal. Tapi pernyataan Ikrar sangat serius. Begini:
“Masak, kita pemilik negeri ini, pemilik kedaulatan rakyat, bukan anak kos dari negeri ini, masak dikalahkan oleh satu keluarga yang jumlahnya 5 orang itu? (maksudnya, keluarga Jokowi). Jadi ini yang berkali-kali saya katakan, sampai seperti kaset rusak gitu kan.”
Ucapan Ikrar bersifat dikotomi. Antara rakyat pemilik negeri ini, dengan keluarga Jokowi. Pemilahan keliru. Seolah keluarga Jokowi bukan anggota dari rakyat pemilik negeri ini. Kecuali, dikotomi antara rakyat pemilik negeri ini dengan (misalnya) Kim Jong Un.
Ikrar: “Anda bisa bayangkan, Gibran yang belum jadi apa-apa, itu bisa ngomong kepada tim suksesnya ya, bahwa ‘tolong, tolong adik saya supaya suaranya itu bisa mencapai angka yang kemudian bisa masuk parlemen’. Saya ngomong gini bukan mustahil angka untuk 4 persen PSI masuk itu bisa terjadi kalau kita membiarkan perhitungan suara yang kacau itu di KPU itu terus berjalan.”
Dilanjut: “Dan, bukan mustahil jangan-jangan nanti istrinya Kaesang ataupun Gibran juga akan jadi pejabat mana. Calon bupati, nah… ini kan. Tuh, istrinya Kaesang akan jadi calon Bupati Sleman. Kaesang akan jadi calon Bupati Batang ya? Jangan emosi, ya.”
Indonesia negara demokrasi. Orang bebas bicara, lengkap dengan tanggung jawab atas isi pembicaraan. Sehingga, tidak ada yang melarang Ikrar bicara. Meskipun bersifat agitatif. Asal, tidak menghina seseorang di depan publik.
Keluarga Jokowi mirip keluarga Kennedy di Amerika Serikat (AS). Presiden AS, John F. Kennedy dibunuh pada enam dekade lalu. Ia bersaudara juga sepupunya jadi ‘orang sangat penting’ di sana.
Dikutip dari NPR, 13 Juli 2023, berjudul: RFK Jr. is building a presidential campaign around conspiracy theories, disebutkan, RFK Jr bakal maju ke Pilpres Amerika, 5 November 2024.
































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…