Senin, 27/05/2024 - 04:34 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Aiptu Fandri Tak Tahu Mobil yang Dibelinya Ternyata Nunggak Kredit

BANDA ACEH – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) masih menelusuri kepemilikan mobil yang digunakan Aiptu Ferdian atau Aiptu FN. Pasalnya dari hasil pemeriksaan Aiptu Ferdian membeli kendaraan tersebut dari seseorang sehingga tidak melalui proses kredit dari perusahaan Finance.Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Agus Halimudin menyebutkan dari hasil pemeriksaan STNK kendaraan tertulis nama orang yang punya mobil bukan atas nama Aiptu Ferdian.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Dari hasil pemeriksaan sementara STNK itu atas nama orang yang punya mobil, bukan nama Aiptu FN,” kata dia, Senin 25 Maret 2024.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Yang Paling Rasional dan Strategis, Anies Baswedan DKI-1 Lagi

Agus menuturkan proses jual beli mobil tersebut terjadi di Lubuklinggau sehingga diduga yang bersangkutan tidak mengetahui soal tanggungan kredit dari mobil tersebut.

“Kan bukan lewat dari tangan orang resmi, melanjutkan dari yang menunggak itu sebelumnya, karena dia beli dari orang. Istilahnya pindah tangan atau over kredit tetapi tidak melalui administrasi Fidusia,” jelas dia.

Meski begitu Agus menilai, perbuatan Aiptu FN tetap menyalahi aturan lantaran melakukan penganiayaan kepada para korban. Terlebih dirinya melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan pistol jenis Air Softgun.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Tubuh Korban Ditenteng di Jalan Diberitahukan ke Warga

“Secara aturan kelembagaan yang bersangkutan tetap bersalah. Terlebih dirinya telah menurunkan citra institusi Polri yang perlu dijaga,” jelas dia.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Propam pun akan fokus pada kasus pelanggaran etik yang dilakukan oleh pelaku dan pihaknya akan menyelidiki sebelum mengambil tindakan hukum terhadap yang bersangkutan.

“Ada aspek pelanggaran yang kami tangani, pemeriksaan awal terbukti personel melanggar kode etik. Dirinya saat ini ditempatkan di patsus selama 30 hari ke depan,” tutup dia.

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi