Senin, 20/05/2024 - 12:17 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EROPAINTERNASIONAL

Bantuan Militer untuk Ukraina Picu Kontroversi dari Anggota NATO

Seorang tentara Ukraina dari brigade Mekanis ke-22 bersiap untuk meluncurkan UAV jarak menengah Poseidon H10 di garis depan, dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina, Selasa, (26/3/2024).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

KIEV — Kiev mengatakan mereka mendukung gagasan bantuan militer jangka panjang Sekretaris Jenderal Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg ke Ukraina. Namun “tidak ada peluang” gagasan itu terlaksana tanpa ada kewajiban bagi negara anggota untuk berkontribusi.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Pekan ini, Stoltenberg mengusulkan pembentukan pendanaan selama lima tahun senilai 100 miliar euro untuk membantu Ukraina. Gagasan itu memicu respon yang berbeda-beda dari negara anggota NATO.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan, aliansi pertahanan 32 negara anggota itu sudah kesulitan untuk meningkatkan bantuan militer yang jauh lebih kecil dari usulan Stoltenberg tersebut. “Dengan kata lain, pada model pendanaan saat ini, peluang keberhasilan inisiatif ini nol. Karena mereka tidak bisa mengumpulkan 500 juta euro, dan dengan model yang ini mereka harus mengumpulkan 20 miliar euro,” kata Kuleba seperti dikutip media Pravda, Kamis (4/4/2024).

Berita Lainnya:
Kanselir Jerman Desak Israel tak Perluas Serangan ke Rafah

Namun, tambahnya, bila semua anggota NATO diwajibkan berkontribusi maka rencana tersebut dapat eksis dan memiliki peluang untuk dilaksanakan. Pada Kamis ini negara anggota NATO juga sepakat untuk mendapatkan lebih banyak lagi sistem pertahanan udara untuk melindungi Ukraina dari serangan rudal balistik Rusia saat aliansi itu memperingati hari jadi ke-75.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Afsel Minta Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Hentikan Serangan ke Rafah

“Sekutu-sekutu memahami urgensi ini,” kata Stoltenberg setelah Kuleba bertemu dengan rekan-rekan NATO dan memohon tambahan sistem pertahanan udara baru, terutama rudal-rudal Patriot buatan Amerika. “Sekarang sekutu akan kembali dan melihat inventaris mereka, melihat apakah ada cara untuk menyediakan lebih banyak sistem (pertahanan), khususnya Patriot, tetapi juga tentu saja memastikan sistem yang sudah ada di sana memiliki amunisi dan juga suku cadang (yang mereka butuhkan),” kata Stoltenberg dalam konferensi pers. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

sumber : Reuters

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi