Kamis, 23/05/2024 - 01:22 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Bersumpah ‘Balas Dendam’ pada Israel

JAKARTA — Baru-baru ini Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel sebagai serangan balasan atas serangan Israel terhadap kompleks diplomatik Suriah. Kini, semua mata tertuju pada Pemimpin Tertinggi Iran yang terkenal, Ayatullah Ali Khamenei. 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Segera setelah serangan Israel menargetkan kedutaan Iran di Damaskus pada 1 April 2024, Ayatullah Ali Khamenei telah memperingatkan bahwa Israel “harus dihukum dan akan dihukum”. Ia menyatakan akan membalas serangan Israel terhadap konsulatnya di Suriah itu. 

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Lalu siapa Ali Khamenei dan bagaimana pengaruhnya?

Ayatullah Ali Khamenei telah menjadi pemimpin paling berpengaruh di negara ini sejak 1989. Ia adalah panglima tertinggi dan kepala negara, yang mengawasi polisi moral dan polisi nasional. Ali Khamenei juga mengelola Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri, dan cabang sukarelawannya, Pasukan Perlawanan Basij.

 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Ali Khamenei merupakan seorang ulama dan politisi Iran yang memiliki pengaruh besar dalam berbagai bidang, terutama di bidang kemiliteran Iran. Sejak menjadi pemimpin tertingi di sana, ia memiliki kekuasaan yang lebih tinggi dari seorang presiden.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Ulama berusia 85 tahun ini menjadi Pemimpin Tertinggi Iran setelah kematian bapak pendiri Republik Islam, Ayatullah Ruhullah Khomeini. Sejak saat itu, ia mempertahankan kendali kuat atas politik Iran dan angkatan bersenjatanya, serta menekan perlawanan terhadap rezim yang berkuasa, terkadang dengan kekerasan.

Berita Lainnya:
Adzan untuk Bayi Lahir dan Mayit Saat Dikubur Dilarang? Ini Penjelasan Mazhab Syafii

Alo Khamenei juga secara konsisten mengambil sikap garis keras terhadap masalah-masalah eksternal, termasuk konfrontasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENTS

Dilansir laman ndtv, Ayatullah Ali Khamenei lahir pada 16 Juli 1939, di Masyhad, provinsi Khorasan, Iran. Ia adalah anak kedua dari cendekiawan Islam Sayyed Javad Khamenei, yang mengajari anggota keluarganya untuk menjalani hidup sederhana. 

ADVERTISEMENTS

Ali Khamenei melanjutkan pendidikannya di seminari teologi di Masyhad mengikuti pendidikan sekolah dasar tersebut. Dalam kurun waktu lima tahun yang luar biasa, ia mempelajari setiap mata pelajaran yang tercakup dalam kurikulum “tingkat menengah”, termasuk logika, filsafat, dan hukum Islam. 

Memulai studinya dalam bidang agama tingkat lanjut di Qom, Ali Khamenei tumbuh di bawah bimbingan beberapa profesor Syiah paling terkenal seperti Ruhullah Khomeini. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, dia ditahan beberapa kali dan dipenjara selama bertahun-tahun, di mana dia diduga menjadi sasaran penyiksaan oleh polisi rahasia Savak.

Setelah dibebaskan, Ali Khamenei mulai mengajar filsafat Islam, hadits, dan tafsir Alquran di Masyhad dan Teheran. Pemuda revolusioner Iran pun banyak yang mengikuti pengajiannya ini.

Berita Lainnya:
Blockout 2024: Aksi Blokir Akun Artis yang Bungkam Soal Gaza, Kehilangan Jutaan Followers

Khamenei tetap berhubungan dekat dengan Khomeini yang diasingkan selama masa ini dan segera setelah Khomeini kembali ke Iran pada 1979, ia diangkat menjadi anggota Dewan Revolusi. 

Setelah pembubarannya, ia menjadi wakil menteri pertahanan dan wakil pribadi Khomeini di Dewan Pertahanan Tertinggi. Untuk waktu yang singkat ia memimpin Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia menjadi negosiator utama dalam perundingan krisis penyanderaan Iran .

Khamenei tenggelam dalam politik republik baru tersebut sejak awal. Seorang orator yang berapi-api mendukung Khomeini dan pendukung kuat konsep wilayatul faqih (pemerintahan oleh ahli hukum agama/fuqaha), Khamenei termasuk di antara anggota pendiri loyalis Partai Republik Islam (IRP). 

Pada bulan Juni 1981, dia terluka parah dalam serangan bom di sebuah masjid di Teheran yang dituduh dilakukan oleh kelompok pemberontak sayap kiri. Kejadian tersebut menyebabkan lengan kanannya lumpuh.

Setelah kematian Presiden Mohammad Ali Rajaʾi dan sekretaris jenderal IRP dalam ledakan serupa lainnya pada akhir tahun itu, Khamenei diangkat sebagai sekretaris jenderal IRP. 

Atas desakan elit revolusioner, Ali Khamenei kemudian mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada 1981. Dia pun berhasil menjabat sebagai presiden Iran dari 1981 hingga 1989, di mana perang Iran-Irak menjadi terkenal. 

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi