Minggu, 19/05/2024 - 06:15 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Diduga Dianiaya Oknum Kepala Sekolah, Siswa SMK Negeri 1 Sidua Ori Nias Selatan Meninggal Dunia

BANDA ACEH  – Seorang siswa SMK Negeri 1 Sidua Ori, Nias Selatan, Sumatera Utara diduga menjadi korban penganiayaan oknum kepala sekolah SMK itu. Tragisnya korban meninggal dunia akibat luka yang di bagian kepala. 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Yaredi Nduru, siswa SMK Negeri 1 Sidua Ori, merupakan anak pertama dari lima bersaudara dari pasangan Sekhezatulo Nduru dan Yatiria Telaumbanua. Yaredi tewas diduga dianiaya oleh oknum kepala sekolah berinisial SZ pada pada 23 Maret 2024 lalu. 

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Selain Yaredi Nduru, penganiayaan juga dialami beberapa rekan korban yang saat itu sedang mengikuti praktik kerja industri di Kantor Camat Sidua Ori yang ditugaskan pihak sekolah. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS

Menurut keterangan yang saat ini sedang dikumpulkan pihak kepolisian di lapangan, latar belakang peristiwa penganiayaan tersebut berawal saat korban bersama beberapa rekannya yang tengah melaksanakan Prakerin di Kantor Camat diminta oleh Sekretaris Camat memindahkan sebuah mesin genset ke atas mobil.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Aksi 'Bang Jago' Palak dan Ancam Sopir Truk di Jakbar: Nih Muka Gua!

Namun korban bersama sejumlah rekannya tidak mengindahkan arahan dari Sekretaris Camat tersebut. Akibat sikap sejumlah siswa tersebut pihak kantor camat melaporkan ke sekolah agar mereka kembali dibina.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

 Keesokan harinya tanggal 23 Maret 2024, ketika mereka kembali ke sekolahnya, oknum kepala sekolah langsung melakukan sebuah penindakan kepada para siswanya. Aksi penganiayaan tersebut dilakukan oleh SZ dengan cara memukul kepala tujuh siswanya di hadapan sejumlah siswa lainnya. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Karena takut dikeluarkan dari sekolah, korban Yaredi Nduru dan teman-temannya sepakat untuk tidak melaporkan peristiwa itu kepada orang tua mereka. Sejak penganiayaan itu, korban jatuh sakit dan sempat dibawa berobat di puskesmas namun tak kunjung membaik. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA

Keluarga korban kemudian mulai curiga sebab korban sering mengerang dan menangis kesakitan di bagian kepalanya hingga sering mengigau ketakutan. 

ADVERTISEMENTS

“Anak saya sebelumnya tidak pernah mengalami sakit atau punya riwayat sakit di kepala tetapi karena pemukulan yang dilakukan kepala sekolah beberapa waktu lalu anak kami Yaredi Nduru kritis dan dirawat di ICU hingga akhirnya meninggal dunia ucapnya,” ujar Sekhezatulo Nduru, ayah korban. 

ADVERTISEMENTS

Dalam peristiwa penganiayaan tersebut, pihak keluarga telah membuat laporan polisi di Polres Nias Selatan agar mengungkap kasus kematian anak mereka. 

Berita Lainnya:
16 Remaja yang Ditangkap Polisi karena Diduga Terlibat Tawuran Dikembalikan ke Keluarga

“Agar kasus ini segera dapat kejelasan penyebab kematian korban, kami akan melakukan autopsi kepada jenazah korban untuk bisa menetapkan pelakunya,” ungkap AKP Freddy Siagian singkat, Rabu (17/4/2024), saat mendatangi rumah korban di Desa Sifitu Banua, Kecamatan Somambawa, Nias Selatan

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi