Kamis, 23/05/2024 - 01:31 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Menyebar Via Hubungan Seksual, Hepatitis akan Salip TBC Sebagai Infeksi Paling Mematikan

Spanduk himbauan waspada terhadap Covid-19 dan Hepatitis terpasang di depan Madrasah Muallimat, Yogyakarta, Jumat (20/5/2022). Hepatitis B dan C dapat menyebabkan penyakit jangka panjang dan kematian.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Penyakit hepatitis yang menyebar melalui hubungan seks tampaknya akan menggeser tuberkulosis (TBC) sebagai penyakit menular paling mematikan di dunia. Data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa hepatitis B dan C kini menyebabkan jumlah kematian yang setara dengan korban TBC, meskipun sudah ada vaksin dan pengobatan untuk hepatitis.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Pada 2022, data WHO menunjukkan bahwa kedua virus hepatitis ini menyebabkan 1,3 juta kematian. WHO memperkirakan bahwa jika tren ini terus berlanjut, hepatitis akan membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya dibandingkan dengan gabungan penyakit malaria, TBC, dan AIDS pada 2040.

Berita Lainnya:
Dampak Cuaca Panas Ekstrem Bagi Kesehatan Seperti yang Terjadi di Thailand

“Meskipun ada kemajuan dalam mencegah infeksi hepatitis secara global, kematian terus meningkat karena terlalu sedikit penderita hepatitis yang didiagnosis dan diobati,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir The Sun, Selasa (16/4/2024).

Dokter dari Imperial College London, Graham Cooke, mengatakan bahwa virus hepatitis telah diabaikan dalam perhatian global, terutama karena fokus pada HIV, TBC, dan malaria. Dua pertiga dari beban penyakit hepatitis global terjadi di 10 negara, termasuk Cina, India, Nigeria, dan Rusia.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
WHO Temukan Kenaikan Signifikan Infeksi Menular Seksual

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Di Inggris, diperkirakan ada sekitar 270 ribu orang yang hidup dengan hepatitis B dan C, tetapi setidaknya setengahnya tidak terdiagnosis. Hepatitis merujuk pada infeksi lima bentuk virus yang berbeda, yaitu A, B, C, D, dan E.

Dua jenis virus, yakni hepatitis B dan C, dapat menyebabkan penyakit jangka panjang dan kematian. Gejala hepatitis bisa berupa nyeri otot, demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, dan lainnya, tetapi sering kali tidak muncul, sehingga sulit dideteksi.

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi