Selasa, 21/05/2024 - 21:22 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Pengamat Nilai Profesi Ojek Daring Jadi Incaran Pendatang di Jakarta

Pengemudi ojek online mengendarai motornya di jalanan ramai di Jakarta, 11 Desember 2023.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai jenis profesi ojek daring (ojek online/ojol) adalah salah satu incaran para pendatang baru di Jakarta, setelah Lebaran tahun ini. 

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Pendatang kebanyakan mencari pekerjaan informal seperti ojek,” kata Yayat dilansir ANTARA di Jakarta, Kamis (18/4/2024).

Yayat menjelaskan, pekerjaan informal seperti ojek tentunya tidak membutuhkan kemampuan tertentu. Sebab pekerjaan tersebut hanya bermodalkan ponsel dan sepeda motor.

Terkait latar pendidikan, menurut dia, rata-rata pengemudi ojek daring memiliki pengalaman pernah mengenyam bangku SMA sehingga pekerjaan ini terbilang menggiurkan bagi para pendatang. Terlebih, Jakarta sebagai kota metropolitan tentu membutuhkan beragam moda transportasi untuk memudahkan mobilitas masyarakat berpindah lokasi.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Legislator Minta Disdukcapil DKI Seleksi Ketat Pendatang Baru

 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Ojek di mana-mana yang paling gampang, sama layanan pengiriman barang secara instan,” kata Yayat.

Selain itu, dia menambahkan adanya persaingan mendapatkan pekerjaan di Jakarta turut membuat masyarakat yang berasal dari keluarga prasejahtera kurang mampu bersaing. Dia menilai alasan masyarakat yang memilih bekerja informal di Jakarta lantaran tidak memiliki latar belakang pendidikan maupun pengalaman tertentu.

ADVERTISEMENTS

“Nah itu menjadikan peluang kerja di Jakarta itu makin sangat terbatas karena potensi pencari kerja Jakarta juga tinggi,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS

Sebelumnya, tren jumlah pendatang baru usai Lebaran atau arus balik adalah naik turun selama empat tahun terakhir, yaitu pada 2020 sebanyak 24.043 orang. Lalu 2021 sebanyak 20.046 orang, tahun 2022 sebanyak 27.478 orang dan 2023 sebanyak 25.918 orang.

Berita Lainnya:
Wapres: Optimalkan Ekonomi Syariah agar Berdampak Riil bagi Masyarakat

Bahkan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta mulai pendatang baru yang masuk ke Jakarta usai Idul Fitri 1445 Hijriah hingga pertengahan Mei 2024 atau sekitar satu bulan.

“Dinas Dukcapil itu dasar pelayanan dan pendataan berdasarkan laporan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Budi Awaludin.

 

sumber : ANTARA

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi