Kamis, 30/05/2024 - 16:28 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

EKONOMISYARIAH

IMF: Pertumbuhan Ekonomi di MENA Melambat di Tahun Ini

Logo Dana Moneter Internasional (IMF) di luar kantor pusatnya di Washington, DC, AS, 14 Oktober 2020. Pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2020 menjadi maya karena pandemi virus Corona.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

 JAKARTA – Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan, perekonomian di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) akan tumbuh lebih lambat pada tahun ini dibandingkan proyeksi sebelumnya. Hal ini lantaran masih berlangsungnya perang di Gaza, gangguan terhadap pelayaran di Laut Merah dan penurunan produksi minyak yang menyebabkan bertambahnya kerentanan tingginya tingkat utang dan meningkatnya biaya pinjaman.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“IMF merevisi perkiraan pertumbuhan kawasan pada tahun 2024 menjadi 2,7 persen dari 3,4 persen pada perkiraan regional bulan Oktober, karena konflik di Sudan dan Gaza, dan juga “pengurangan produksi minyak di GCC membebani aktivitas tahun ini”, kata Direktur Departemen Timur Tengah dan Asia Tengah Jihad Azour, pada Pertemuan Musim Semi 2024 dikutip Zawya Sabtu (20/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Jokowi: Sebentar Lagi Indonesia akan Kuasai 61 Persen Saham Freeport

Lebih lanjut ia mengatakan, pada 2025 pertumbuhan diproyeksikan menguat menjadi 4,2 persen karena dampak faktor-faktor sementara tersebut diasumsikan memudar secara bertahap. Namun, kerentanan masih tetap tinggi dalam konteks ketidakpastian yang lebih tinggi dari biasanya dan meningkatnya risiko-risiko negatif untuk konflik-konflik kecil di Gaza dan Israel tetap menjadi risiko-risiko utama, termasuk risiko eskalasi lebih lanjut atau konflik yang berlarut-larut.

Berita Lainnya:
Blockout 2024: Aksi Blokir Akun Artis yang Bungkam Soal Gaza, Kehilangan Jutaan Followers

“Masalah perdagangan dan gangguan perdagangan juga merupakan faktor negatif yang dapat berdampak pada beberapa negara yang berada di jalur perdagangan dan dapat berdampak pada perdagangan atau transaksi berjalan,” tuturnya.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Diketahui, sejalan dengan tren global, inflasi di MENA, tidak termasuk Mesir dan Sudan, diperkirakan rata-rata sebesar 8,8 persen pada tahun 2024 dan 7,8 persen pada tahun depan. Sebelumnya, IMF menyatakan, mengembalikan inflasi ke sasarannya harus tetap menjadi prioritas setiap negera. Meski tren inflasi menggembirakan, namun dinilai belum mencapai target.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi