Kamis, 23/05/2024 - 03:11 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Argentina Dilanda Pneumonia Misterius yang Mirip Covid-19, Penderitanya Sakit Parah

Perempuan batuk (Ilustrasi). Argentina tengah mengalami peningkatan kasus pneumonia atipikal yang menyerang kelompok usia muda.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Sebuah peringatan mendesak telah dikeluarkan setelah munculnya penyakit misterius yang menyerupai Covid-19. Penyakit itu menyebabkan sejumlah orang dirawat di rumah sakit dengan gejala pneumonia parah di Buenos Aires, Argentina.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Peringatan tersebut disampaikan melalui sistem pengawasan kesehatan masyarakat internasional ProMED pada 17 April 2024. ProMED, yang merupakan program dari Masyarakat Internasional untuk Penyakit Menular, mencatat peningkatan kasus pneumonia atipikal yang membutuhkan perawatan kritis dalam 30 hari terakhir di Ibu Kota Argentina tersebut.

Berita Lainnya:
Viral Kasus Dugaan Malpraktik oleh Bidan, Dokter: Perlu Aturan Tegas dan Supervisi

Mayoritas yang terkena dampak adalah kaum muda tanpa faktor risiko utama. Penderitanya sering kali memerlukan bantuan pernapasan.

Dalam peringatan tersebut, 20 dari 60 kasus yang teridentifikasi menunjukkan gejala psittacosis. Ini adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Chlamydophila psittaci dan sering kali terkait dengan burung peliharaan seperti parkit dan burung beo.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Hanya saja, banyak pasien yang terinfeksi tidak memiliki riwayat kontak dengan burung. Psittacosis dapat menyebar melalui debu yang mengandung bakteri dari kotoran dan sekresi burung yang terinfeksi.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Jika tidak diobati, infeksinya dapat berakibat fatal. Sejauh ini, memang belum ada konfirmasi pasti bahwa psittacosis adalah penyebab utama dari wabah ini.

Berita Lainnya:
Kenaikan Kasus Arbovirus Dinilai Jadi Desakan Pengembangan Vaksin Baru

Meski begitu, ahli penyakit menular dari University of East Anglia, Profesor Paul Hunter, menyatakan bahwa kemungkinan adanya hubungan antara kasus-kasus tersebut dan kontak dengan burung yang terinfeksi cukup tinggi. Hunter mengatakan kasus seperti ini bisa terjadi jika dua patogen berbeda menyebabkan wabah penyakit pernapasan secara bersamaan.

ADVERTISEMENTS

“Jadi, seiring berjalannya waktu, mungkin akan semakin banyak kasus yang terbukti disebabkan oleh psittacosis,” kata Hunter, dilansir Express, Sabtu (20/4/2024).

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi