Sabtu, 25/05/2024 - 11:53 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

BMKG Minta Warga Waspada Perubahan Cuaca Saat Pancaroba

Warga memakai payung saat hujan turun, (ilustrasi). BMKG memperingatkan perubahan cuaca akibat pancaroba bisa menyebabkan penyakit.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

SAMPIT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit menyatakan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, memasuki pancaroba atau masa peralihan musim, sehingga masyarakat diimbau waspada perubahan cuaca yang tiba-tiba.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Saat ini kita sedang masa peralihan musim, ditandai dengan kondisi cuaca yang tidak menentu,” ujarnya di Sampit, Ahad (21/4/2024).

Ia menjelaskan, ciri-ciri musim pancaroba adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Seperti yang terjadi belakangan ini sebenarnya merupakan fenomena yang umum terjadi di Kotim, khususnya Kota Sampit, berdasarkan pemetaan kondisi iklim tahunan. 

Sementara ini, intensitas curah hujan memang masih cukup tinggi karena biasanya April merupakan puncak musim hujan di Kotim. Penyebab turunnya hujan pun bervariasi, di antaranya arah angin yang menyebabkan pembentukan awan-awan hujan.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Hujan Diprediksi Guyur Mayoritas Kota Besar Hari Ini

Kemudian memasuki Mei-Juni intensitas curah hujan akan terus berkurang atau melandai sampai dengan memasuki musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juni-Juli. “Meskipun sudah memasuki peralihan musim, namun curah hujan saat ini masih cukup tinggi, kemudian akan terus melandai sampai memasuki musim kemarau,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Ia melanjutkan, peralihan musim di Kotim terjadi secara bertahap. Saat ini dampak peralihan musim lebih dominan terjadi di wilayah utara dan tengah, lalu dalam satu hingga dua minggu ke depan menyusul wilayah selatan. Kondisi seperti ini biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan.

Berita Lainnya:
Pendarat di Bulan Jepang Bangun dari Tidur Lunar, Ambil Foto Baru

Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat berdampak pada kondisi kesehatan hingga aktivitas di luar ruangan.

ADVERTISEMENTS

Waspadai intensitas curah hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang yang berpotensi pada siang sampai malam hari. Masyarakat juga diimbau waspada terhadap potensi banjir, genangan, tanah longsor hingga pohon tumbang akibat angin kencang.

ADVERTISEMENTS

“Demi keselamatan masyarakat diimbau tidak beraktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem, terutama bagi para pengendara untuk lebih berhati-hati. Disarankan mencari tempat berlindung sementara, hingga cuaca ekstrem berlalu,” kata Rizaldo.

sumber : Antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi