Selanjutnya, Bustami menjelaskan terkait urusan kesehatan, dimana secara rutin per tahun melakukan pembayaran premi Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) untuk 1,56 juta jiwa lebih penduduk Aceh dengan biaya 506,97 milyar rupiah lebih.
Pemerintah Aceh juga melakukan pembayaran iuran kontribusi Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan untuk 2,7 juta jiwa lebih penduduk Aceh dengan biaya sebesar 69,55 milyar rupiah lebih.
Selanjutnya, guna memenuhi kebutuhan pangan, telah dibangun 2 lumbung pangan, pemeliharaan cadangan pangan dengan stok akhir beras pada tahun 2023 sebanyak 194,75 ton.
Untuk menangani kenaikan harga komoditas pangan strategis, telah dilakukan gelar pasar murah di 53 titik se Aceh. Selanjutnya pengembangan usaha pangan masyarakat kepada 12 gabungan kelompok tani (gapoktan), pemberian bantuan ongkos angkut bahan pangan.
Untuk meningkatkan produksi pertanian, kehutanan, dan perikanan, dilakukan pengadaan bibit tanaman, pupuk, dan benih ikan yang diberikan kepada petani dan kelompok tani, yaitu:
1) Pengadaan berbagai jenis bibit dan benih tanaman sebanyak 233,88 ribu batang lebih, benih 87,7 ribu ton lebih, 5,1 ribu sachet lebih, benih padi sebanyak 98,75 ribu kilogram lebih. Pengadaan bibit tanaman perkebunan sebanyak 435,05 ribu batang lebih serta pupuk sebanyak 552,8 ribu ton lebih;
2) Pengadaan benih ikan sebanyak 125 ribu ekor lebih, benih udang sebanyak 400 ribu ekor lebih dan pakan sebanyak 15,96 ribu kilogram lebih.
Dalam rangka mendorong pelaku usaha telah dilakukan upaya di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan dengan capaian antara lain:
1) Nilai Tukar Petani (NTP) tahun 2023 sebesar 116,08%, meningkat jika dibandingkan tahun 2022 sebesar 110,18%. Nilai Tukar Peternak (NTPt) tahun 2023 sebesar 96,34%, meningkat jika dibandingkan tahun 2022 sebesar 93,96%. Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 110,08%, dan Nilai Tukar Pembudi Daya Ikan (NTPi) sebesar 112,55% meningkat dari tahun 2022 sebesar 110,4%;
2) Produksi tanaman pangan berupa padi sebesar 1,39 juta ton lebih, jagung 243,72 ribu ton lebih. Produksi tanaman holtikultura berupa bawang merah sebesar 11,77 ribu ton lebih, kelapa 839 ton lebih, kakao 706 ton lebih, kopi 823 ton lebih.
Daging 70,42 ribu ton lebih, dan telur 23,02 ribu ton lebih. Sedangkan untuk produksi perikanan 359,45 ribu ton lebih dengan rincian produksi perikanan tangkap sebanyak 247,43 ribu ton lebih, dan produksi perikanan budidaya sebanyak 112,01 ribu ton lebih.
Dalam mengendalikan dampak perubahan iklim dan rehabilitasi awasan hutan, dilakukan penanaman berbagai jenis bibit tanaman hutan sebanyak 1,96 juta batang lebih yang tersebar di seluruh Aceh.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler