Kamis, 30/05/2024 - 14:35 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Luhut Tak Sudi RI Terus Ekspor via Singapura, Buka Jalur Baru ke China

BANDA ACEH – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan tak ingin Indonesia terus-menerus ekspor melalui Singapura.Luhut menegaskan sudah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi untuk membuat jalur perdagangan baru. Ini sekaligus rangkaian dari hasil Pertemuan ke-4 High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) RI-RRT di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada pekan lalu.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“Kita jangan jadi feeder ke Singapura. Kita harus bisa ekspor (langsung) dari Indonesia,” tegas Luhut dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Minggu (21/4).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Nah, kita cari partner. Pelabuhan Ningbo (di Zhejiang, China) salah satu partner yang kita akan mainkan. Sehingga nanti di (Pelabuhan) Kuala Tanjung (Sumatra Utara) itu bisa langsung ekspor dan mengirim kontainer ke luar negeri, tidak perlu menjadi feeder dari Singapura,” jelasnya.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
KAI Daop 1: Penumpang Bertambah Melebihi 139 Ribu Saat Libur Panjang

Luhut menegaskan jalur ekspor dari Pelabuhan Kuala Tanjung ke Pelabuhan Ningbo harus digarap. Menurutnya, ini penting untuk menunjukkan kemandirian Indonesia di masa mendatang.

Selain rencana pembuatan jalur perdagangan baru, Luhut menagih janji investasi China di Kalimantan Utara (Kaltara). Negeri Tirai Bambu itu direncanakan menanamkan modal di Kaltara terkait proyek petrokimia.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Mereka (China) malah bilang, ‘Kalau kita ajak lagi negara ketiga mau gak?’. Saya bilang, menarik sekali. Karena saya pernah bicara dengan Mohammed bin Salman (MBS), waktu ketemu beliau di Saudi dan beliau bilang pengin masuk (ke Kaltara),” tuturnya.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Mayat dalam Toren Air Diduga Buronan Kasus Narkoba, Warga Dengar Suara Orang Dicekik

“Wang Yi bilang, kalau Saudi mau, Abu Dhabi (Uni Emirat Arab/UEA) mau, kenapa tidak? Jadi, saya segera akan approach teman-teman di Abu Dhabi dan Riyadh untuk masuk ke sini (Kaltara),” imbuh Luhut.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Ia menegaskan Arab Saudi dan UEA bisa ikut menanamkan modalnya dengan China melalui Indonesia Investment Authority (INA). Terlebih, proyek di Kaltara itu diklaim Luhut sangat besar.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

Oleh karena itu, Luhut menekankan konsorsium ini akan menunjukkan kekuatan baru dari negara berkembang.

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi