Kamis, 23/05/2024 - 04:34 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Pemerintah Korsel Desak Dokter Hentikan Aksi Kolektif yang Ganggu Layanan Kesehatan

Ruang kuliah terlihat di sebuah sekolah kedokteran di Daegu, Korea Selatan, Senin, 4 Maret 2024. Pemerintah Korea Selatan terus melanjutkan janjinya untuk menangguhkan izin ribuan dokter junior yang mengabaikan tuntutan berulang kali untuk mengakhiri pemogokan kolektif mereka.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

SEOUL –Wakil Menteri Kesehatan Kedua Park Min-soo mendesak para dokter menghentikan tindakan kolektif, di saat para profesor sekolah kedokteran sedang mempertimbangkan untuk mengambil cuti setiap pekan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes atas keputusan pemerintah menambah kuota mahasiswa kedokteran.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Langkah para profesor kedokteran dalam rangka mendukung aksi mogok dokter pelatihan tersebut dinilai akan semakin memperdalam kekhawatiran atas gangguan lebih lanjut dalam sistem layanan kesehatan negara. “Komunitas medis harus menghentikan tindakan kolektif dan bergabung dengan komisi khusus reformasi medis yang akan diluncurkan pekan ini untuk diskusi yang produktif,” kata Park pada pertemuan tanggapan pemerintah di Seoul, Selasa, (23/4/2024). 

Berita Lainnya:
Jenazah dari Kuburan Massal di RS Nasser Naik Jadi 324

Di bawah komisi presidensial yang direncanakan, para pejabat dari kementerian kesehatan dan kementerian terkait lainnya berserta sekitar 20 ahli akan membahas cara mereformasi sistem medis negara. Termasuk kemungkinan penyesuaian jumlah penerimaan sekolah kedokteran dan cara meningkatkan investasi di bidang medis penting.

Namun, Asosiasi Medis Korea dan Asosiasi Residen Magang Korea telah berjanji untuk memboikot inisiatif tersebut. Para profesor kedokteran mempertimbangkan untuk mengambil cuti setiap pekan karena kelelahan di tengah pemogokan yang berkepanjangan oleh dokter-dokter yang masih dalam masa pelatihan.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Kendati demikian, Kementerian Pendidikan Korea Selatan mencatat bahwa tidak banyak profesor yang mengajukan pengunduran diri dan belum ada pengunduran diri yang diterima. Sementara itu, Komite darurat untuk profesor kedokteran nasional akan mengadakan rapat untuk membahas potensi penangguhan semua operasi serta pengobatan untuk pasien rawat jalan seminggu sekali.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Norwegia jadi Negara Pertama yang Nyatakan Siap Tangkap Netanyahu

Hal itu lantaran para profesor yang menjabat sebagai dokter senior di rumah sakit besar telah berjuang mengiris kekosongan dokter junior. “Para profesor yang tersisa mengalami beban kerja yang berat dan merasa lelah. Jadi kami sedang mengkaji opsi tersebut,” kata seorang pejabat komite.

Tercatat sekitar 12 ribu dokter peserta pelatihan telah meninggalkan tempat kerja sejak 20 Februari sebagai protes terhadap rencana pemerintah untuk menambah jumlah mahasiswa kedokteran, sehingga memaksa rumah sakit-rumah sakit besar untuk menunda atau membatalkan operasi dan layanan kesehatan masyarakat lainnya.

ADVERTISEMENTS

sumber : Antara

ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi