Minggu, 19/05/2024 - 06:20 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

BISNISEKONOMI

Petani Program Makmur di Subang Berhasil Tingkatkan Produktivitas

 SUBANG — Produktivitas panen padi yang dihasilkan petani peserta program Makmur di Desa Jatireja, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengalami peningkatan hingga mencapai 9 ton gabah kering panen per hektare.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Tim Agronomis PT Pupuk Kujang Siswono, di Subang, Rabu, mengatakan bahwa Pupuk Kujang terus menjalankan program Makmur untuk membantu petani, sehingga kendala dan permasalahan yang ditemui para petani di lapangan dapat teratasi.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Ia menyampaikan, di Desa Jatireja, Kecamatan Compreng, Subang, melalui program Makmur, para petani didampingi tim dari Pupuk Kujang, sampai akhirnya memperoleh panen optimal dan selamat dari serangan hama tikus.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS

Program Makmur adalah sebuah pengembangan model bisnis sektor pertanian hulu ke hilir yang di dalamnya turut menginklusifkan petani melalui sinergi BUMN. Program ini diinisiasi Menteri BUMN Erick Thohir.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Kementerian ESDM Buka Konversi Motor Bensin Jadi Listrik, Gratis!

Siswono mengatakan, pada saat musim tanam perdana tahun 2024, sebanyak 75 orang petani di Kecamatan Compreng mengikuti Program Makmur. Dalam periode ini, Pupuk Kujang mendampingi petani melakukan budi daya dengan lahan seluas 79 hektare.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

“Panen yang dihasilkan mencapai rata-rata 9 ton GKP (gabah kering panen) per hektare, dari sebelumnya 8 ton per hektare. Lokasi sawah peserta program Makmur yang berada di irigasi kelas A ini membuat produktivitas tinggi,” katanya lagi.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Menurut dia, selain berhasil meningkatkan hasil panen, tim agronomis Pupuk Kujang juga bersama warga dan perangkat desa setempat melakukan gropyokan untuk menanggulangi serangan hama tikus yang menyerang area persawahan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
Berita Lainnya:
BUMN Dorong Penerbangan Langsung Thailand-Yogyakarta demi Dongkrak Wisatawan Borobudur

Saat tanaman padi berumur 21 hari, terjadi serangan hama tikus hingga sebagian areal persawahan di daerah itu rusak.

ADVERTISEMENTS

Sebanyak 30 persen areal persawahan yang didampingi Tim Makmur sempat rusak. Namun dengan teknik pemupukan dan budi daya yang tepat, tanaman padi yang rusak itu kembali tumbuh dan menghasilkan malai.

ADVERTISEMENTS

Direktur Utama Pupuk Kujang Maryono menyampaikan bahwa perusahaannya menugaskan tim Makmur untuk memberikan pendampingan kepada para petani yang menjadi peserta program Makmur di wilayah Subang.

“Teman-teman agronomis saya harap bisa mengawal petani melakukan pemupukan berimbang. Supaya petani memupuk dengan kadar yang tepat. Tidak berlebihan dan tidak mubazir. Sehingga hasilnya optimal,” katanya pula.

sumber : Antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi