Selasa, 21/05/2024 - 20:38 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Ajarkan Kemampuan Mengontrol Diri, Jangan Sampai Anak Kena Gaming Disorder

Anak bermain game online (ilustrasi). Pemerintah segera merampungkan peraturan presiden (perpres) tentang perlindungan anak dari game online.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Kasus anak-anak kecanduan game online sudah semakin meresahkan. Di media sosial, warganet banyak yang menunjukkan perilaku ekstrem, bahkan kriminal, dari bocil yang kecanduan main gim daring.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Psikolog anak dan remaja dari Tiga Generasi, Mayang Gita Mardian, mengatakan orang yang mengembangkan perilaku ekstrem bisa jadi mengalami kecanduan gim (gaming addiction). Ini adalah istilah gangguan pada individu yang tidak mampu mengontrol perilaku dan memegaruhi hidup mereka dari berbagai aspek.

Berita Lainnya:
Bocil Kecanduan Gim Sampai Tantrum, Problemnya Ada di Pengasuhan atau Gimnya?

Seseorang yang kerap memprioritaskan bermain gim daripada melakukan kegiatan positif lain dapat mengembangkan gangguan perilaku yang dinamakan gaming disorder. Riset menunjukan dari sebagian besar populasi pengguna digital, proporsi orang yang benar-benar mengembangkan gaming disorder masih sedikit.

“Tapi tentu harapannya jangan sampai ke situ, sehingga orang tua perlu benar-benar waspada,” kata Mayang, Rabu (24/4/2024).

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Bocil Kecanduan Free Fire Sampai Tantrum, Problemnya Ada di Pengasuhan atau Gimnya?

Pada dasarnya, menurut Mayang, bermain game termasuk dalam kegiatan screen time. Hal tersebut bisa terasa menyenangkan karena mengajak pengguna untuk terlibat.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi