Kamis, 30/05/2024 - 10:07 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

BRIN Deteksi Kerentanan Longsor Melalui Citra Satelit

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan teknologi penginderaan jauh melalui pemanfaatan data citra satelit bisa dipakai untuk manajemen kebencanaan.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

 JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan teknologi penginderaan jauh melalui pemanfaatan data citra satelit bisa dipakai untuk manajemen kebencanaan termasuk mendeteksi kerentanan longsor di berbagai lokasi.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Sekarang sudah banyak bertebaran satelit data penginderaan jauh yang memotret permukaan bumi dan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat,” kata Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN Rokhis Khomarudin di Jakarta, Kamis (25/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Rokhis menuturkan perkembangan teknologi penginderaan jauh kini telah berkembang pesat. Banyak data satelit yang spasial telah memiliki resolusi sangat tinggi, seperti rumah sudah bisa kelihatan dan bisa mendeteksi beberapa obyek penting yang dulunya hanya digunakan dengan foto udara.

Berita Lainnya:
BRIN: Kenaikan Suhu Pengaruhi Produktivitas Tanaman Pangan

“Melalui citra satelit kita sudah bisa mendeteksi daerah dengan resolusi spasial yang tinggi,” katanya.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa teknologi penginderaan jauh bisa mendeteksi bencana sebelum terjadi dengan melakukan sistem peringatan dini.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Teknologi penginderaan jauh juga dapat mendeteksi perubahan penutup lahan, melakukan pemetaan bahaya, dan kerentanan dari suatu wilayah terhadap bencana.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Bahkan, lokasi terjadinya bencana juga bisa terlihat melalui citra satelit. Kemudian dampaknya seperti apa, salah satu contoh adalah terkait dengan kebakaran lahan dan hutan.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

“Setelah terjadinya bencana kita bisa melihat dampak dari bencana tersebut di mana lokasi-lokasi yang rusak dan sebagainya,” kata Rokhis.

ADVERTISEMENTS

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah longsor di Indonesia sudah mencapai 183 kali kejadian terhitung sejak Januari hingga pertengahan April 2024.

Berita Lainnya:
BRIN pastikan penelitian menhir di Sumbar dilakukan pada 2024

Bencana longsor memiliki frekuensi paling tinggi dibandingkan bencana alam lainnya, seperti banjir, abrasi, angin puting beliung, maupun gempa bumi. Bahkan, selama 10 tahun terakhir bencana longsor juga tercatat sangat tinggi dengan jumlah mencapai 7.024 kali kejadian.

“Longsor merupakan bencana alam yang sangat penting untuk dikaji agar dampaknya bisa dikurangi di kemudian hari,” pungkas Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Sukristiyanti.

sumber : Antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi