Jumat, 17/05/2024 - 06:53 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ASIAINTERNASIONAL

Gelombang Panas Diduga Sebabkan Dua Orang Warga India Meninggal Dunia  

JAKARTA – Sedikitnya dua orang meninggal dunia di negara bagian Kerala, India Selatan, karena diduga terkena serangan panas. Negara Asia Selatan tersebut saat ini tengah berjuang menghadapi musim panas yang terik dan lonjakan suhu.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Seorang wanita berusia 90 tahun dan seorang pria berusia 53 tahun meninggal di Kerala pada Ahad (28/4/2024), ketika suhu melonjak hingga 41,9 derajat Celcius, hampir 5,5 derajat Celcius di atas suhu normal.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

“Kami belum dapat memastikan apakah kematian ini disebabkan oleh gelombang panas. Proses medis untuk memeriksa kematian sedang berlangsung,” kata pejabat manajemen bencana negara bagian Shekhar Kuriakose seperti dilansir Reuters, Senin (29/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS

Para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim berkontribusi terhadap gelombang panas yang lebih sering, lebih parah, dan lebih lama selama bulan-bulan musim panas.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Penyebab Suhu Panas di Bengkulu, Ternyata karena Ada ‘Gangguan’ di Hindia Barat

Suhu di seluruh Kerala diperkirakan akan lebih tinggi dari biasanya, menyebabkan pihak berwenang mengeluarkan peringatan yang meminta orang-orang untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap panas.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Departemen cuaca India telah memprediksi lebih banyak hari dengan gelombang panas dari biasanya antara bulan April dan Juni tahun ini.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Di negara bagian timur Odisha, di mana suhu mencapai 44,9 derajat Celcius pada Ahad, yang merupakan suhu tertinggi yang pernah tercatat pada bulan April, setidaknya dua orang telah meninggal pada musim panas ini akibat sengatan sinar matahari. Demikian menurut laporan dari direktur kesehatan masyarakat Odisha, Dr Niranjan Mishra.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
Berita Lainnya:
Mahasiswa Korea di Seluruh Negeri Lakukan Aksi Protes Solidaritas untuk Palestina

Sementara itu, di Bangladesh, pihak berwenang telah membuka kembali sekolah-sekolah pada Ahad walaupun gelombang panas melanda wilayah tersebut. Namun pihak berwenang telah mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah pada siang hari.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

Akan tetapi imbauan tersebut sulit diterapkan oleh mereka yang bekerja di luar ruangan seperti pengemudi becak bernama Mohammed Shameem.

“Terlalu sulit untuk bekerja di bawah terik matahari selama gelombang panas yang brutal. Tidak banyak orang yang keluar sehingga sulit untuk mendapatkan penumpang. Tapi kami tidak punya pilihan selain keluar dan bekerja,” kata Shameem.

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi