Senin, 17/06/2024 - 04:05 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Efek Samping Langka Vaksin Astra Zeneca, dari Pembekuan Darah Hingga Kematian

JAKARTA — Raksasa farmasi Inggris AstraZeneca telah mengakui dalam dokumen pengadilan bahwa vaksin Covid-19 buatannya dapat menyebabkan efek samping langka yang dikenal sebagai Sindrom Trombosis dengan Trombositopenia (TTS). 

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Dokumen pengadilan menyatakan bahwa kondisi ini dalam kasus yang jarang terjadi, mungkin disebabkan oleh vaksin Covishield. Covishield dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford serta diproduksi oleh Serum Institute of India. Covishield diberikan secara luas kepada orang India selama gelombang Covid-19. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Dilansir The Economic Times, Sabtu (4/5/2024), TTS mengacu pada penggumpalan di pembuluh darah, dan terjadi dalam kasus yang sangat jarang terjadi, setelah penggunaan jenis vaksin tertentu, menurut pakar medis Dr Rajeev Jayadevan yang dikutip ANI.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

“TTS adalah trombosis dengan sindrom trombositopenia, yang pada dasarnya berupa gumpalan di pembuluh darah otak atau di tempat lain, bersamaan dengan jumlah trombosit yang rendah. Hal ini diketahui terjadi dalam kasus yang sangat jarang terjadi setelah vaksin tertentu dan juga karena penyebab lain. Menurut WHO, khususnya vaksin vektor adenovirus jarang dikaitkan dengan kondisi ini,” kata Dr Jayadevan kepada ANI. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menandai kondisi ini sebagai kondisi yang langka namun serius dan mengancam jiwa. 

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda
Berita Lainnya:
El Nino Picu Krisis Pangan di Kawasan Selatan Afrika

Orang yang mengalami TTS merasakan gejala. Selai mudah memar atau bercak darah kecil di bawah kulit di luar tempat suntikan, gejalanya mungkin termasuk sakit kepala yang parah atau terus-menerus, penglihatan kabur, sesak napas, nyeri dada, kaki bengkak, dan sakit perut yang terus-menerus. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Kasus-kasus yang berkaitan dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca

AstraZeneca telah terlibat dalam gugatan class action untuk vaksin Covid-19 buatannya.  Perusahaan farmasi itu mengakui bahwa vaksin tersebut menyebabkan insiden TTS. Sebanyak 51 kasus telah diajukan ke Pengadilan Tinggi oleh korban dan keluarga mereka, dengan The Telegraph melaporkan bahwa penggugat meminta kompensasi senilai sekitar 100 juta poundsterling atau sekitar Rp 2.011.974.759.000

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Vaksin ini dijual dengan merek Covishiled dan Vaxzevria ini sebelumnya dikaitkan dengan risiko pembekuan darah. Pada April 2021, komite keamanan Badan Obat Eropa (EMA) melaporkan bahwa suntikan vaksin dikaitkan dengan pembekuan darah di otak, perut, dan arteri serta trombositopenia. 

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Siapkan Payung dan Mantel, Hujan Diprediksi Guyur Wilayah Indonesia Ini   

Pada saat itu, EMA dan Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan Inggris Raya (MHRA) menyatakan bahwa manfaat vaksin lebih besar daripada potensi risikonya dan mendorong masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Dalam siaran persnya pada bulan November 2021, AstraZeneca melaporkan bahwa dua miliar dosis vaksinnya telah dipasok ke negara-negara di seluruh dunia kurang dari 12 bulan setelah persetujuan pertama. Raksasa farmasi ini juga memperoleh keuntungan dari vaksin Covid-19 untuk pertama kalinya pada tahun 2022 dan melaporkan bahwa mereka telah mengirimkan sekitar 102 juta dosis vaksinnya melalui COVAX pada Q4 2022.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Menurut The Telegraph, dilansir Pharmaceutical Technology, kasus pertama yang diajukan pada 2023 ketika seorang pasien melaporkan bahwa vaksinasi menyebabkan dia mengalami cedera otak permanen yang disebabkan oleh bekuan darah dan pendarahan di otak.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Kematian seorang pasien….

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

 

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَن ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا الكهف [101] Listen
Those whose eyes had been within a cover [removed] from My remembrance, and they were not able to hear. Al-Kahf ( The Cave ) [101] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi