Sabtu, 15/06/2024 - 11:43 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kuliner Legendaris Diwariskan Turun-temurun, Ahli: Perlu Dilestarikan Agar tak Hilang

JAKARTA — Ahli kuliner Febriyanto Rachmat mengungkapkan, banyak kuliner legendaris Nusantara yang perlu segera dilestarikan. Biasanya kuliner legendaris dikelola secara turun-temurun sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu tidak berkelanjutan.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Biasanya kuliner-kuliner yang legenda itu sudah dikelola generasi ke sekian dan mayoritas belum berani untuk membuka cabang. Tugas kita untuk membuka pasar,” kata Febriyanto saat dihubungi di Jakarta, Jumat (17/5/2024).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Menurut Febriyanto, makanan dan minuman ini biasanya merupakan kuliner autentik di wilayahnya. Bahkan beberapa pengelolaannya masih tradisional seperti cara transaksi yang masih tunai belum tersentuh pembayaran digital.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Febriyanto mengingatkan agar kuliner Nusantara ini terus dilestarikan karena kalau tidak ada yang peduli diyakini dalam 20 tahun ke depan mereka akan tenggelam dengan kuliner modern yang juga kian marak di Jakarta.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“Saya yakin generasi muda sekarang ada yang tidak mengenal apa itu lodeh serta penyajiannya seperti apa,” kata CEO PT Samsaka Lestari Rasa itu.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Tak hanya itu, untuk kemasan biasanya, pengusaha kuliner tradisional juga belum mengenal bahan-bahan yang ramah lingkungan dan aman (food grade). “Beberapa bahkan masih menggunakan kresek yang bukan diperuntukkan bagi makanan dan minuman,” kata dia.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh
Berita Lainnya:
Soal Tes Psikologi Pegi Setiawan, Kuasa Hukum : Apa Urgensinya?

Menurut dia, untuk mengajak pelaku kuliner legenda agar berani berkembang dengan mengajak mengikuti festival kuliner. Terkait hal itu, Febriyanto bersama sejumlah institusi termasuk perbankan menyelenggarakan serangkaian festival kuliner termasuk di Jakarta yang akan hadir di Parkir Timur Senayan Gelora Bung Karno (GBK). “Kegiatannya pada 25 September hingga 6 Oktober bertepatan dengan HUT GBK,” kata dia.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Festival kuliner bertajuk Tjap Legende bertujuan untuk mengajak pengusaha kuliner yang selama ini sudah menjadi legenda di kalangan masyarakat untuk ikut serta. “Kami biasanya mengajak kepada pengusaha-pengusaha tersebut untuk bergabung. Ayo mulai keluar,” kata dia.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Meski demikian tidak seluruh peserta kuliner tradisional ini bisa ditampung, tetapi harus melalui proses kurasi sebelumnya. Peserta juga tidak dipungut bayaran dan sifatnya revenue sharing (berbagi pendapatan). Bahkan penyelenggara berkewajiban menampung pekerja dan juru masak termasuk gerai untuk festival.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Sesuai tema, peserta yang ikut di dalam festival juga dari kuliner legenda seperti Toko Oen Malang (1930), Gudeg Yu Djum (1950), Sate Buntel H Bejo (1971), Bebek Sinjay (2003), dan Nasi Krawu Buk Tiban (1979). Lalu Ketan Susu Kemayoran (1958), Kopi Es Takie (1927), Soto Betawi H Agus Barito (1961) dan masih banyak lainnya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Kementerian BUMN: Jelajah Kuliner Nusantara Dukung UMKM Naik Kelas  

Namun peserta juga tidak dibatasi yang legendaris saja. Pengusaha baru sepanjang selama ini bergerak di bidang kuliner tradisional dan autentik juga bisa bergabung setelah sebelumnya lolos uji dan proses kurasi.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Festival “Tjap Legende”, tidak hanya di Jakarta saja, tetapi juga hadir di Bandung (D.Botanica Mall 22 Mei-2 Juni), Semarang (BSB Uptown Mall 5-16 Juni), Solo (The Park 19-30 Juni), Yogyakarta (Sleman City Hall 3-14 Juli) dan Balikpapan (Pentacity Mall 24 Juli-4 Agustus). Selanjutnya di Surabaya (Grand City 21 Agustus-1 September), Bali (Discovery Mall 30 Oktober-10 November) dan berakhir di Mataram (Lombok Epicentrum Mall 14 November-1 Desember).

“Jadi warga dari daerah lain di Nusantara tidak perlu ke Jakarta, tinggal lihat jadwalnya untuk berkunjung ke lokasi yang paling dekat,” kata dia.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

مَّا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا الكهف [5] Listen
They have no knowledge of it, nor had their fathers. Grave is the word that comes out of their mouths; they speak not except a lie. Al-Kahf ( The Cave ) [5] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi