Jumat, 21/06/2024 - 04:30 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kesaksian Renaldi Melihat Kejadian yang Dialami Lima Terpidana Pembunuhan Vina Saat Diperiksa Polisi

BANDA ACEH  – Seorang saksi kasus pembunuhan Vina bernama Renaldi mengungkap kesaksiannya saat melihat perlakukan yang dialami lima terpidana ketika diperiksa polisi pada 2016 silam. 

ADVERTISMENTS
Bank Aceh Syariah Salurkan 212 Ekor Hewan Kurban kepada Warga Aceh

Hal itu terungkap dalam putusan Pengadilan Negeri Cirebon terkait kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya, Eky. 

ADVERTISMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Dalam putusan pengadilan tersebut, Renaldi mengaku mengenal para terdakwa yang dalam hal ini lima terpidana kasus itu. 

ADVERTISMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji kepada para Calon Haji Provinsi Aceh dari Bank Aceh Indonesia

 Kelima terpidana itu, yakni Hadi Saputra, Eka Sandy, Jaya, Supriyanto, dan Sudirman. Renaldi mengaku bahwa dirinya merupakan adik kandung dari terpidana bernama Eka Sandy. 

ADVERTISMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Selain itu, Renaldi juga mengungkap bahwa dirinya sempat ikut diamankan polisi bersama para terdakwa kasus tersebut. 

ADVERTISMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

“Bahwa saksi mengetahui pada saat Para Terdakwa diamankan karena saksi juga berada disana sehingga ikut diamankan,” bunyi keterangan Renaldi dalam putusan pengadilan tersebut. Selanjutnya, Renaldi mengungkap bahwa dirinya dan para terdakwa dibawa ke Polres Kota Cirebon untuk menjalani pemeriksaan. 

ADVERTISMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Penghargaan Digital Goverment Award (DGA) Summit 2024

“Bahwa setelah diamankan Para Terdakwa di bawa ke Polres Kota Cirebon untuk diperiksa dan saksi melihat Para Terdakwa di injak-injak dan disetrum,” bunyi keterangan Renaldi. 

ADVERTISMENTS
Ucapan Selamat atas Pelantikan Jabatan di Pemerintah Aceh. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik foto

Renaldi juga mengaku dirinya bersama saksi lainnya, yakni Saka Tatal sempat masuk ruang tahanan, tetapi terpisah dari para terdakwa. 

ADVERTISMENTS
Bayar Jalan Tol dengan menggunakan Pengcard

“Bahwa saksi dilepaskan sedangkan Para Terdakwa dan Sdr. Saka Tatal tidak dilepaskan karena di fitnah oleh Terdakwa Sudirman yang mengaku sebelum dipukuli,” bunyi keterangan Renaldi. 

Berita Lainnya:
PLN Masih Belum Tahu Penyebab Listrik di Sumbar Mati Total

Selain itu, dalam putusan pengadilan tersebut, terungkap bahwa kelima terpidana itu sama-sama mengaku bahwa mereka mengalami tekanan hingga penganiayaan sehingga terpaksa menuruti kemauan penyidik.

 “Bahwa semua jawaban yang ada di berita acara pemeriksaan di kepolisian keluar dari mulut Terdakwa sendiri namun semua isinya tidak benar karena sebelum dimintai keterangan terdakwa mengalami tekanan, penganiayaan dan ancaman sehingga terdakwa menuruti kemauan penyidik,” bunyi keterangan Hadi Saputra dalam putusan tersebut. 

Selain itu, kelima terpidana itu mengaku harus meniru kata-kata pada papan tulis yang telah disiapkan polisi. 

“Bahwa saat dimintai keterangan Terdakwa harus menjawab dengan meniru kata-kata yang sudah tertera dipapan tulis yang sudah dipersiapkan oleh polisi,” bunyi keterangan Hadi Saputra. 

Adapun pengakuan lima terpidana itu selaras dengan perkataan kuasa hukum mereka, Jogi Nainggolan yang mengatakan kliennya mengalami tindakan tidak manusiawi oleh polisi. 

Jogi mengungkap bahwa kliennya dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya, yakni pembunuhan terhadap Vina dan Eky. 

Bahkan, kata Jogi, kemungkinan ada keterlibatan ayah Eky dalam dugaan penganiayaan oleh polisi pada para terpidana pada saat proses penyelidikan. 

Berita Lainnya:
Kapuspen Kejagung Angkat Bicara Soal Drone Melintas di Kantornya Malam Ini

Adapun ayah Eky adalah Iptu Rudiana yang saat itu bertugas di Satuan Reserse Narkoba Polres Kota Cirebon.

 “Waktu itu, dia (ayah Eky) bertugas di Satuan Narkoba Polres Kota Cirebon, itu tidak diserahkan ke unit reskrim, tapi dibawa ke kantornya dia, di ruangannya, maka di sanalah mereka diperlakukan tidak manusiawi,” kata Jogi, diwawancarai tvOne, Minggu (19/5/2024). 

Diketahui, Vina merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh geng motor pada tahun 2016 silam.  Vina dan kekasihnya, Muhammad Rizky Rudiana atau Eky, menjadi korban kesadisan geng motor yang terjadi di Kabupaten Cirebon. 

Kasus yang dialami mereka awalnya dikira tewas, karena kecelakaan lalu lintas.  Namun, ternyata mereka tewas akibat dianiaya dan dikeroyok segerombolan remaja atau geng motor di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

 Polresta Cirebon pun melakukan penyelidikan dan korban dinyatakan sebagai korban pembunuhan. Kasus yang dialami Vina dan Eky ini pun kini diangkat menjadi film bergenre horor yang tayang bioskop. 

Polresta Cirebon pada akhirnya menangkap delapan pelaku kasus pemerkosaan sekaligus kasus penganiayaan dan pembunuhan tersebut. 

Polisi pun bergerak untuk mengusut kasus tersebut. Setelah dilakukan pengembangan berdasarkan dari bukti dan saksi teman-teman korban, kecurigaan polisi pun terbukti. 

1 2

Reaksi & Komentar

فَأَرَدْنَا أَن يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِّنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا الكهف [81] Listen
So we intended that their Lord should substitute for them one better than him in purity and nearer to mercy. Al-Kahf ( The Cave ) [81] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi