Selasa, 18/06/2024 - 12:09 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kemendikbud Akhirnya Akui Pernyataan ‘Kuliah Itu Tersier’ tidak Bijak dan Blunder

BANDA ACEH – Staf Ahli Mendikbudristek Muhammad Adlin Sila mengklarifikasi soal pernyataan Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Tjitjik Srie Tjahjandarie yang menyebut pendidikan tinggi sebagai edukasi tersier. Menurut penuturannya, pernyataan tersebut diakui memang tidak bijak, di tengah ramainya protes atas biaya UKT yang tinggi saat ini.Adlin menuturkan, sebenarnya penuturan Tjitjik tidak salah jika dipandang dari segi nilai normatifnya. Sebab, wajib belajar 12 tahun memang hanya sampai tingkat SMP saja yang dibiayai pemerintah.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Sementara SMA sampai perguruan tinggi memang pilihan. Tapi ini (pernyataan Tjitjik) memang kurang bijak,” kata Adlin dalam diskusi bertajuk ‘Fenomena Kenaikan UKT dan Masa Depan Pendidikan Indonesia’ yang diadakan di Kantor ICMI Center, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2024).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Adlin menyampaikan pernyataan itu memang perlu diluruskan karena kurang tepat disampaikan di tengah banyaknya protes mengenai biaya UKT yang tinggi. “Jadi kita anggap ini blunder, kurang bijak disampaikan ke publik di saat-saat masyarakat menuntut supaya UKT lebih murah,” tuturnya.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
PDIP Minta Maaf Soal Kadernya yang Langgar Konstitusi

Kontras dengan pernyataan itu, lantas Adlin mengungkapkan tentang program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) yang menjadi program yang tengah digencarkan Kemendikbudristek saat ini. KIPK diperuntukkan bagi para lulusan SMA yang disokong untuk bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Program itu diadakan karena lulusan SMA yang masuk perguruan tinggi masih sangat rendah, setidaknya dibandingkan Malaysia, Filipina, dan Thailand.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

“Jadi kita ingin memang ke depannya perguruan tinggi bukan lagi kebutuhan tersier, tapi kebutuhan dasar dan ini yang kita ingin mintakan komitmen pemerintah supaya wajib belajar tidak hanya sampai SMA, tapi sampai perguruan tinggi. Kalau ini bisa direalisasikan insyaAllah KIPK akan semakin banyak jumlahnya dan menjangkau lulusan SMA dan semakin banyak yang menjadi sarjana,” terangnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Sebelumnya diketahui, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Tjitjik Sri Tjahjandarie mengatakan bahwa perguruan tinggi masuk klasifikasi sebagai pendidikan tersier.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh
Berita Lainnya:
Korut Larang Warganya Namai Anak Mereka dengan Arti Unifikasi

“Pendidikan tinggi ini adalah tertiary education. Jadi bukan wajib belajar,” kata Tjitjik dalam acara Taklimat Media tentang Penetapan Tarif UKT di Lingkungan Perguruan Tinggi Negeri di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Rabu (15/5/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Dia menyebut perguruan tinggi tidak seperti program wajib belajar 12 tahun yang mencakup SD, SMP, dan SMA sebab merupakan pilihan.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

“Artinya tidak seluruhnya lulusan SLTA, SMK, itu wajib masuk perguruan tinggi. Ini sifatnya adalah pilihan. Siapa yang ingin mengembangkan diri masuk perguruan tinggi, ya itu sifatnya adalah pilihan, bukan wajib,” kata dia.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Adapun pemerintah telah mengatur bahwa di setiap perguruan tinggi negeri (PTN) wajib ada UKT golongan satu dan UKT golongan dua minimal sebanyak 20 persen untuk menjamin masyarakat yang tidak mampu tetap mendapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا الكهف [49] Listen
And the record [of deeds] will be placed [open], and you will see the criminals fearful of that within it, and they will say, "Oh, woe to us! What is this book that leaves nothing small or great except that it has enumerated it?" And they will find what they did present [before them]. And your Lord does injustice to no one. Al-Kahf ( The Cave ) [49] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi