Selasa, 25/06/2024 - 12:54 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Kasus ‘Pembakaran’ Siswi SD di Padang Pariaman, Polisi Diminta Usus Sampai Tuntas

Korban terbakar (ilustrasi). Polisi diminta mengusut tuntas kasus siswi SD di Padang Pariaman yang tubuhnya terbakar akibat disiram bensin oleh temannya.

 

JAKARTA — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meminta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap A (11 tahun). A adalah seorang siswi sekolah dasar di Padang Pariaman, Sumatra Barat, yang mengalami mengalami luka bakar hingga akhirnya meninggal dunia.

“Kami meminta polisi mengusut tuntas kejadian ini termasuk dugaan kelalaian pihak sekolah, agar menjadi pelajaran bagi pihak-pihak terkait,” kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Nahar, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (25/5/2024).

Berita Lainnya:
Viral Video Lawas Kaesang Kritik Nepotisme: Emang Masih Zaman Minta Proyek Sama Orang Tua? Dasar Ndeso!

Kementerian PPPA menyampaikan duka mendalam atas terjadinya kasus kekerasan terhadap anak ini. “Kami sangat berduka atas meninggalnya anak korban kekerasan di Padang Pariaman ini,” kata Nahar.

Nahar menegaskan pentingnya satuan pendidikan melaksanakan kebijakan pendidikan yang ramah anak. “Semua harus bertanggung jawab untuk pengelolaan pendidikan yang nyaman, aman, dan bisa mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan sekolah,” katanya.

Terduga pelaku merupakan teman korban, kini telah dilaporkan ke polisi. Pihak sekolah juga akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.

Berita Lainnya:
Bahaya Judi Online Bagi Keharmonisan Rumah Tangga, Jauhi Jeratnya!

Korban anak A diduga disiram dengan pertalite oleh temannya saat kegiatan membakar sampah di belakang sekolah. Dalam kondisi terbakar, A langsung menuju ke toilet untuk mencari air. Namun toilet dalam keadaan terkunci.

Lalu A lari ke depan kelas. A diminta oleh guru untuk berguling di tanah agar api padam. Setelah padam, A dibawa ke puskesmas terdekat.

Lalu kemudian dirujuk ke RS untuk mendapatkan perawatan intensif. A meninggal dunia setelah hampir empat bulan menjalani perawatan karena luka bakar serius di tubuhnya. A bahkan sempat menderita gizi buruk setelah mengalami luka bakar.

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَيَوْمَ يَقُولُ نَادُوا شُرَكَائِيَ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ فَدَعَوْهُمْ فَلَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُمْ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُم مَّوْبِقًا الكهف [52] Listen
And [warn of] the Day when He will say, "Call 'My partners' whom you claimed," and they will invoke them, but they will not respond to them. And We will put between them [a valley of] destruction. Al-Kahf ( The Cave ) [52] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi