Selasa, 18/06/2024 - 13:19 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Belajar dari Nabi Musa yang Berdamai pada Kekurangan Dirinya

JAKARTA — Nabi Musa AS memiliki kekurangan yaitu tidak pandai bicara. Hal ini diabadikan dalam Surat Taha ayat 27-28 yang berisi doa yang disampaikan oleh Nabi Musa AS agar diberikan kemudahan dalam menghadapi kekurangannya.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Sejumlah ulama tafsir, seperti Ibnu Katsir dan Asy-Syaukani, memaparkan, Nabi Musa tidak fasih berbicara karena apa yang terjadi di masa kecilnya. Nabi Musa pernah memasukkan bara api ke dalam mulutnya. Ibnu Katsir menyebut bara api itu dimasukkan ke atas lidah.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya, juga menyebutkan, Nabi Musa dalam doanya itu tidak meminta agar kekurangannya, yakni tidak pandai bicara, dihilangkan total. Ini karena Nabi Musa cuma ingin supaya Bani Israil paham atas apa yang dia sampaikan, berdasarkan kebutuhan atau secukupnya.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Adapun hal yang dibutuhkan saat itu adalah agar umatnya paham dengan apa yang dia katakan. “Para Nabi tidak meminta kecuali sesuai dengan kebutuhan,” demikian penjelasan Ibnu Katsir.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda
Berita Lainnya:
Tiga Kunci Keberkahan untuk Pedagang

Ibnu Katsir menukil Hasan Basri, yang mengatakan bahwa permintaan Nabi Musa agar kesulitan bicaranya dihilangkan, hanyalah untuk satu urusan. “Jika dia (Nabi Musa) meminta lebih dari itu, tentu akan diberikan,” kata Hasan Basri, yang dinukil oleh Ibnu Katsir.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Ibnu Abbas, yang juga dinukil oleh Ibnu Katsir, juga menjelaskan bahwa Nabi Musa khawatir saat menghadapi Fir’aun, karena Nabi Musa tidak lancar atau kaku atau gagap saat bicara, sehingga menghambat dirinya untuk berbicara banyak.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Dari hal itulah, Nabi Musa meminta Allah untuk membantu dengan mengutus Nabi Harun supaya mendampinginya. Nabi Musa menunjuk Nabi Harun karena lebih lancar bicara daripada dirinya. Dengan kefasihan bicaranya, maka Nabi Harun menghilangkan masalah kesulitan bicara Nabi Musa.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
3 Nabi dan Rasul yang Diutus Allah SWT Berdakwah di Mesir dan Keahlian Mereka

Ibnu Abi Hatim mengisahkan cerita Muhammad bin Ka’b Al Qurazi, yang didatangi oleh kerabatnya. Kerabat ini menanyakan soal apa yang membuat Al Qurazi tidak lancar bicara di depan umum, dan tidak fasih saat membaca.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Lalu Al Qurazi berkata, “Wahai putra saudaraku, apakah jika aku bicara denganmu, kamu tidak mengerti?” Lalu kerabat tersebut mengiyakannya.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Kemudian Al Qurazi berkata, “Musa hanya meminta kepada Tuhannya untuk menghilangkan kesulitan bicaranya (hanya) supaya Bani Israel memahami perkataannya, dan dia (Nabi Musa) tidak menambah permintaannya itu. Itulah yang dikatakannya.”

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Sumber

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

https://furqan.co/ibn-katheer/20/27

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ ۖ لَوْ يُؤَاخِذُهُم بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ ۚ بَل لَّهُم مَّوْعِدٌ لَّن يَجِدُوا مِن دُونِهِ مَوْئِلًا الكهف [58] Listen
And your Lord is the Forgiving, full of mercy. If He were to impose blame upon them for what they earned, He would have hastened for them the punishment. Rather, for them is an appointment from which they will never find an escape. Al-Kahf ( The Cave ) [58] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi