Selasa, 18/06/2024 - 13:42 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Tolak Pungutan Tapera, Jutaan Buruh Ancam Turun ke Jalan!

BANDA ACEH – Buruh atau pekerja swasta serentak menolak terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 tahun 2024 tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Apalagi PP itu mewajibkan pekerja untuk membayarkan iuran perumahan rakyat sebesar 2,5% dari upah dan 0,5% dibayarkan oleh pemberi kerja.Iuran Tapera efektif berlaku paling lambat tujuh tahun setelah penetapannya atau pada tahun 2027.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

“Buruh tidak akan diam atas terbitnya Tapera. Buruh akan lakukan perlawanan,” ujar Alson Naibaho, Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DPC DKI Jakarta kepada Harian Terbit, Selasa (28/5/2024).

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Alson menegaskan, buruh menolak keras kebijakan Tapera. Apalagi selama ini tidak ada sosialisasi bakal terbitnya PP No. 21 tahun 2024 tersebut. Namun tiba-tiba uang buruh hendak dipotong hanya demi ambisi mengumpulkan uang dari buruh. Padahal gaji yang didapat buruh selama ini adalah hak mutlak buruh.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

“Jadi kalau mau potong gaji buruh harus melalui persetujuan dari buruh itu sendiri,” paparnya.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Alson menegaskan, diterbitkan PP Nomor 21 tahun 2024 menunjukkan jelas-jelas pemerintah tidak memikirkan nasib buruh. Karena selama ini gaji buruh telah dipotong untuk BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan PPh 21. Sehingga saat ironis gaji buruh dipotong lagi untuk Tapera dengan iuran 2,5 persen.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Kalau banyak potongan maka bisa habis gaji buruh. Jadi percuma UMP 3,6 persen gak ada artinya ketika dipotong 2,5 persen. Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang sewenang-wenang,” paparnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh
Berita Lainnya:
Viral Video Mempelai Pria Ditonjok Saat Akad Nikah, Ternyata si Wanita Sudah Hamil 6 Bulan

Buruh Terpuruk

Penolakan adanya iuran Tapera juga disampaikan oleh Presiden Asosiasi Pekerja (ASPEK) Indonesia, Mirah Sumirat. Menurutnya, saat ini buruh sedang terpuruk dan sengsara atas ekonominya. Tapi pemerintah justru membuat regulasi yang tidak populis dan memperburuk kondisi buruh.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

“Karena saat ini dampak UU Omnibus Law membuat upah buruh sangat murah. Belum lagi ada Covid -19, PHK massal, lapangan pekerjaan minim. Kemudian buruh bisa menghadapi harga pangan yang sangat tinggi. Ini kan sangat luar biasa yang dihadapi buruh,” ujar Mirah kepada Harian Terbit, Selasa (28/5/2024).

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Menurutnya, adanya PP Tapera tidak melibatkan pekerja buruh sehingga adanya PP itu diduga hanya untuk kepentingan kekuasaan. Apalagi adanya PP Tapera bakal ada struktur kepegawaian untuk mengelolanya.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Mirah menilai saat ini pemerintah tidak pernah berkaca atau intropeksi bahwa ada banyak jumlah uang BPJS Ketenagakerjaan yang tidak bertuan yang tidak diklaim oleh buruh yang meninggal atau di PHK.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Mirah pun meminta, dari pada pemerintah sibuk mengeluarkan PP Nomor 21 tahun 2024, yang justru membuat nasib buruh semakin terpuruk, maka harusnya pemerintah memberikan subsidi yang lebih besar lagi kepada buruh agar bisa memiliki rumah, bukan malah memotong gaji buruh untuk program Tapera.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

“Jadi saya minta PP itu dibatalkan karena akan membuat buruh kecewa dan marah. Karena yang ditanggung buruh itu banyak, seperti pajak, ditembak lagi dengan adanya Tapera. Jadi saat ini buruh tidak mempunyai tabungan lagi,” tegasnya.]

Berita Lainnya:
Ditawari Maju Pilkada Lagi, Anies Janji Istikharah Dulu

Memaksa

Ketua Umum DPP KSPSI, Jumhur Hidayat mengatakan, PP No. 21 tahun 2024 tentang Tapera merupakan peraturan yang memaksa buruh dan pengusaha. Apalagi uang buruh dan pengusaha akan mengendap hingga usia 58 tahun. Ia pun menilai saat ini pemerintah senangnya hanya mengumpulkan uang rakyat, dan digoreng dalam berbagai instrumen investasi.

“Kita masih ingat kan kasus Asabri dan Jiwasraya yang dikorupsi belasan bahkan puluhan trilyun itu? Belum lagi dana BPJS Ketenagakerjaan yang sempat rugi walau disebut Unrealized Loss”, ujar Jumhur kepada wartawan, Selasa (28/5/2024).

Jumhur memaparkan, buruh itu sudah banyak sekali dapat potongan dalam gajinya, masa mau dipotong lagi. Kejam amat sih Pemerintah ini”, tegasnya.

Menurutnya kalau memang Pemerintah punya niat baik agar rakyat memiliki rumah maka banyak cara bisa dilakukan. Misalnya pengadaan tanah yang murah, subsidi bunga dan skema tanpa uang muka. Bisa juga mencarikan teknologi material yang bagus dan murah untuk perumahan.

Tak Ada Urgensinya

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti (Usakti) Trubus Rahadiansyah menilai, kebijakan Tapera sangat membebani buruh, hingga pemberi kerja karena harus menanggung 3% dari dananya untuk program tersebut. Dia mencontohkan, bila Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta sebesar Rp 5 juta artinya karyawan dan pemberi kerja harus membayar Rp 150 per bulan. Perinciannya, Rp 25 ribu oleh perusahaan dan Rp125 ribu ditanggung karyawan.

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا الكهف [95] Listen
He said, "That in which my Lord has established me is better [than what you offer], but assist me with strength; I will make between you and them a dam. Al-Kahf ( The Cave ) [95] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi