Tim Evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah.
Dalam kesempatan itu, tim evaluator Itjen Kemendagri merasa puas dengan hasil laporan Bustami atas kinerjanya dalam memimpin Aceh.
Dimana Bustami diakui telah berkerja baik dan mampu melakukan pengendalian inflansi yang konkrit dan baik.
“Langkah-langkah pengendalian inflasinya kongkrit dan bagus, dengan upayanya sudah baik di 23 Kabupaten/Kota se Aceh,” kata Inspektur 3 Itjen Kemendagri Elfin Elyas.
Elfin menjelaskan, dari segi realisasi keuangan, Pemda Aceh juga mencatat prestasi yang bagus. Tercatat saat ini berada di atas rata-rata nasional.
“Dan saya apresiasi laporan Pj. Gubernur Aceh semoga apa yang dilakukan ini menjadi amalan dalam membangun Aceh,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Tim evaluator lainya mengenai kesiapan Aceh dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional mendatang. Mereka menilai Pj Gubernur sudah memiliki rencana yang baik dan telah mempersiapkan segala upaya secara maksimal untuk kelancaran PON di Aceh.
“Seperti data sudah disiapkan dengan baik, Bapak Gubernur sudah memulainya, baik Venue dan lainnya. Mudah-mudahan bisa sesuai dengan target, karena ini event nasional di akhir jabatan Presiden, kita harus meriahkan,” katanya.
Sementara itu Pj Gubernur Aceh menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri, terutama tim Itjen Kemendagri yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si atas dilaksanakannya evaluasi triwulan I dalam kepemimpinannya.
Bustami menyampaikan telah mendapatkan enam penghargaan tingkat nasional diantaranya yang paling utama adalah Digital Goverment Award dan Anugrah Adinata Syariah.
“Sementara untuk angka inflansi Aceh berada di angka 3,2 persen. Ini masih dalam angka yang dapat dikendalikan,” kata Bustami.
Bustami juga menjelaskan banyak program yang telah dilaksankan di Aceh untuk mengendalikan inflasi tahun 2024. Program itu berupa operasi pasar, pasar murah serta gerakan pangan.
“Dan telah dilakukan di 93 titik di Kabupaten/kota, terutama kota pengukur inflasi sebanyak 5 kab/kota dengan penerima manfaat sebanyak 42.250 orang. Kemudian memberikan subsidi ongkos angkut untuk komoditi cabai merah keriting sebanyak 25 ton dan bawang merah 8 ton,” ujarnya.
Begitupun dengan pembangunan Rumah Layak Huni sebanyak 998 unit telahdilakukan verifikasi calon penerima dan pembangunan Rumah duafa telah dilakukan pemilihan penyedia melalui e-catalog.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler