DUNIA
INTERNASIONALEROPA

Angka Kelahiran Anjlok, Putin Minta Warga Rusia Berhubungan Intim di Tempat Kerja

Pihak berwenang Rusia juga menerapkan pembatasan aborsi. Akses terhadap aborsi di seluruh negeri telah diblokir karena tokoh masyarakat dan tokoh gereja mengklaim tugas perempuan adalah melahirkan dan membesarkan anak. Pada saat yang sama, biaya perceraian telah dinaikkan untuk mencegah berpisahnya pasangan suami istri.

Politikus Rusia Anna Kuznetsova juga menuntut agar para perempuan mulai melahirkan di usia muda. “Kalian harus mulai melahirkan di usia 19-20 tahun. Saat itu, secara statistik, keluarga akan dapat memiliki tiga, empat, atau lebih anak,” ujarnya.

Namun, para kritikus berpendapat kebijakan itu justru dapat melemahkan otonomi warga, khususnya bagi perempuan, dan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan pada tatanan sosial Rusia.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya