NAGAN RAYA – BPJS Kesehatan Bersama Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mulai membentuk tim pencegahan kecuragan dalam program JKN. Karena potensi tindakan kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam program JKN sangat terbuka.
Oleh karena itu, kecurangan atau Fraud merupakan masalah yang harus ditangani dengan serius oleh Tim Pencegahan Kecurangan JKN (Tim PK JKN) yang telah dibentuk pada beberapa Kabupaten/Kota.
Tim Pencegahan kecurangan ini melibatkan unsur-unsur lintas sektoral dibawah naungan Bupati pada tingkat kabupaten. Adapun unsur lintas sektor tersebut adalah BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Fasilitas Kesehatan baik Tingkat Pertama dan Rujukan Tingkat Lanjutan, Badan Pengelola Keuangan Daerah, Bapeda, Dinas Sosial, dan Inpektorat.
Pj. Bupati Nagan Raya dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, ArdhimartTha, menyatakan bahwa kabupaten Nagan Raya tidak dapat mentolerir jika diketahui adanya unsur kecurangan dalam pelaksanaan program JKN.
“Fraud merupakan masalah serius. Melakukan deteksi, penanganan sampai dengan memberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,“ Ucapnya.
Pertemuan Anti Kecurangan Kabupaten Nagan Raya yang diinisiasi oleh BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, bertujuan untuk memberikan pemahaman terlebih dahulu kepada Tim PK JKN terhadap potensi-potensi kecurangan yang timbul dalam Implementasi Program JKN.
Pertemuan ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Nagan Raya kemarin, dihadiri PJ Bupati diwakili oleh Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan, Keistemewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit Sultan Iskandar Muda, Inspektorat, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah dan Kepala Bapedda.
Selanjutnya Adhimarta dalam sambutan PJ Bupati mengungkap bahwa pertemuan perdana lebih kepada memberikan sosialisasi kepada Tim PK JKN.
“Pemkab Nagan Raya menyambut baik inisiasi BPJS Kesehatan yang membuat pertemuan Tim PK JKN ini sebagai upaya mensosialisasikan regulasi dan budaya yang beriorientasi pada kendali mutu dan biaya, meningkatkan budaya pencegahan fraud, mendorong pelaksanaan tata kelola klinis yang baik,melakukan upaya deteksi dan pencegahan fraud, monitoring dan evaluasi.”Ungkapnya
Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh, Manna, menyampaikan bahwa Pertemuan Tim PK JKN ini seharusnya dilaksanakan secara berkala.
“Setiap lintas sektoral didalam unsur Tim PK JKN memiliki tim anti kecurangan, seperti BPJS Kesehatan dengan Tim anti kecurangan, Rumah Sakit dan dinas kesehatan juga demikian, ketika ada sebuah permasalahan potensi kasus kecurangan yang tidak dapat di selesaikan oleh tim anti kecurangan internal.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler