BANDA ACEH – Kepolisian Malaysia menegaskan bahwa para pengikut Global Ikhwan Services and Business (GISB) Holdings tidak melarikan diri ke negara-negara tetangga. Penegasan ini karena mereka tidak memiliki uang untuk melarikan diri.Inspektur Jenderal Polisi Razarudin Husein mengatakan keuangan para pengikut dikendalikan oleh para pemimpin GISB, yang baru-baru ini ditangkap. Dari penangkapan itu polisi membekukan sejumlah rekening yang dimiliki oleh GISB.
“Pemimpin tertinggi telah ditangkap, jadi mereka yang dibawah (para pengikut) tidak dapat melarikan diri,” kata Razarudin, dikutip Bernama, Rabu (25/9/2024).
“Mereka bersembunyi karena mereka tidak memiliki uang, tidak ada gaji, atau sarana lain untuk melarikan diri,” sambungnya.
Saat ditanyai kemungkinan para pengikut GISB melarikan diri ke Thailand, Razarudin menekankan bahwa mereka tidak memiliki jalan untuk berlindung di Thailand.
“Bahkan jika mereka melarikan diri ke Thailand, ke mana mereka akan pergi? Lima pimpinan GISB sudah ditahan polisi, jadi saya tidak melihat mereka menuju ke sana (Thailand),” tegasnya.
Razarudin juga mengatakan intelijen dan investigasi tidak menunjukkan adanya pengikut GISB yang melarikan diri ke perbatasan negara.
Dia juga membenarkan klaim bahwa tempat-tempat seperti panti asuhan, motel, apotek, dan restoran yang terkait dengan GISB di beberapa negara bagian telah mengubah papan nama mereka setelah penggerebekan polisi.
“Ya, banyak tempat usaha GISB telah mengubah papan nama mereka. Kami telah mengidentifikasi mereka dan sedang menyelidikinya,” jelasnya.
Sementara itu, juru bicara Dewan Agama Islam dan Adat Melayu Kelantan (MAIK) mengatakan akan memperketat operasi untuk menyerbu tempat-tempat GISB, termasuk yang terkait dengan pendiri sekte terlarang Al-Arqam, mendiang Ashaari Muhammad.
“Kami membantu polisi dan Departemen Urusan Islam Kelantan dengan mencari materi tertulis yang mengarah ke Abuya Ustaz Ashaari,” kata juru bicara MAIK.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian di tempat-tempat seperti panti asuhan, motel, apotek, dan restoran yang terkait dengan GISB di Kota Baru, Tumpat, dan Gua Musang menemukan bahwa mereka telah menghentikan operasinya.
Sebuah hotel di sini yang terkait dengan kelompok tersebut mengubah papan nama GISB-nya menjadi nama yang berbeda.
Selain itu, pemeriksaan di rumah amal dan sekolah yang terkait dengan GISB di Gong Kulim, Pasir Puteh yang digerebek polisi pada Selasa (24/9) menemukan bahwa tempat itu kosong dan ditutup dengan pita kuning polisi.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler