DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Arab Saudi Eksekusi Mati 198 Tahanan Sepanjang 2024, Ada Pelaku Teror hingga Narkoba

BANDA ACEH – Arab Saudi mengeksekusi mati 198 orang pada tahun 2024, yang menjadi jumlah terbanyak dalam lebih dari 30 tahun. Eksekusi mati ini dilakukan setelah sebelumnya Arab Saudi mencabut hukuman mati tersebut.

Menurut Amnesty Internasional, Kerajaan Teluk itu mengeksekusi jumlah tahanan tertinggi ketiga di dunia, setelah China dan Iran pada tahun 2023.

Berdasarkan perhitungan terbaru, jumlah tahanan yang dieksekusi mati oleh Arab Saudi melampaui tahun 2022 yaitu 196 dan 192 pada tahun 1995. Kantor berita resmi Saudi sebelumnya mengumumkan tiga ekseskusi mati terbaru, sehingga tahun ini jumlah tahanan yang akan dieksekusi menjadi 198.

“198 eksekusi tahun ini dibandingkan dengan 170 pada tahun 2023,” sebagaimana dikutip AFP dari laman resmi Saudi, Minggu (29/9/2024).

Di sisi lain, Amnesty menuduh pemerintah Saudi melakukan pembunuhan bertubi-tubi saat kelompok hak asasi manusia tersebut mengonfirmasi penghitungannya sendiri atas 198 eksekusi di monarki Teluk tersebut sepanjang tahun ini.

Kerajaan kaya minyak tersebut telah menghadapi kritik terus-menerus atas penggunaan hukuman mati, yang oleh kelompok hak asasi manusia dikutuk sebagai berlebihan dan tidak sejalan dengan upaya Saudi untuk menampilkan citra modern di panggung internasional.

Sekretaris jenderal Amnesty, Agnes Callamard, mengatakan Riyadh menunjukkan ‘pengabaian yang mengerikan terhadap kehidupan manusia sambil mempromosikan kampanye kosong untuk mengubah citra mereka’.

“Mendesak Arab Saudi untuk segera menetapkan moratorium eksekusi, dan memerintahkan pengadilan ulang bagi mereka yang dijatuhi hukuman mati sesuai dengan standar internasional tanpa menggunakan hukuman mati,” kata Callamard.

Diketahui, mereka yang dihukum mati tahun ini termasuk 32 orang yang dihukum karena pelanggaran terkait terorisme dan 52 orang yang dinyatakan bersalah karena pelanggaran terkait narkoba.

Rekor sebelumnya sebanyak 196 eksekusi pada tahun 2022 yang dicatat oleh Amnesty International, terungkap dalam surat dari komisi hak asasi manusia Saudi.

Meskipun angka sebelum tahun 1990 tidak jelas, Washington Post melaporkan bahwa 63 orang dipenggal pada tahun 1980 setelah penyitaan tempat paling suci umat Islam, Masjidil Haram di Mekkah, oleh militan Islam tahun sebelumnya.

Eksekusi massal terbesar di Arab Saudi terjadi pada bulan Maret 2022, ketika 81 orang dihukum mati dalam satu hari.

Riyadh sebelumnya mengatakan bahwa hukuman mati diperlukan untuk menjaga ketertiban umum dan hukuman hanya dilaksanakan jika para terdakwa telah menyelesaikan semua tingkat litigasi.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website