BANDA ACEH – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh, melanjutkan agenda silaturrahminya di Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Blahdeh, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Kehadiran Dek Fadh disambut hangat oleh pimpinan dayah, Tu Muhammad dan Tu Haidar, yang merupakan putra dari almarhum Abu Tumin, ulama kharismatik Aceh, beserta para alumni dan santri.
Dalam sambutannya, Tu Muhammad menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Dek Fadh ke dayah mereka, yang dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama dan silaturrahmi antar masyarakat Aceh. Ia menekankan pentingnya silaturrahmi dalam politik, bukan hanya sebagai media politik. Menurut Tu Muhammad, politik harus dijadikan sarana mempererat tali silaturrahmi dan persaudaraan.
“Kehadiran Dek Fadh merupakan bentuk silaturrahmi yang membuat kita semakin dekat dan bersaudara. Politik bisa menjadi momen untuk silaturrahmi, bukan sebaliknya. Semoga pertemuan ini menjadi awal yang diberkahi Allah SWT,” ungkapnya.
Tu Muhammad juga menyoroti pentingnya kepemimpinan bagi umat, dengan tujuan membawa kebaikan bagi masyarakat.
“Umat ini harus dipimpin, karena hanya dengan pemimpin yang baik umat bisa maju menuju kebaikan yang mengantarkan kita pada surga, karena kebaikan itu balasannya surga,” ujarnya.
Cawagub Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh) berfoto bersama pimpinan, alumni, dan para santri Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Blahdeh, Kabupaten Bireuen, Sabtu (26/10/2024). FOTO/for BANDA ACEH. Ⓒ Hak cipta foto di atas dikembalikan sesungguhnya kepada pemilik fotoSementara itu, Tu Haidar yang memimpin Dayah Putri juga menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Dek Fadh, terlebih di tengah kesibukannya. Bagi Tu Haidar, pertemuan ini memberi kesempatan bagi masyarakat dayah untuk mengenal lebih dekat sosok yang akan menjadi calon wakil gubernur Aceh. Ia mengungkapkan harapan besar agar silaturrahmi ini menjadi awal dari hubungan yang baik di masa mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dek Fadh. Ini adalah kali kedua beliau datang ke dayah kami, dan semoga silaturrahmi ini akan terus berlanjut tanpa terputus, apa pun hasil pemilihan nanti,” ucapnya dengan penuh harap.
Tu Haidar menambahkan, melalui pertemuan ini, ia berharap masyarakat dayah bisa lebih yakin dalam menentukan pilihan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Aceh yang akan berlangsung pada 27 November 2024. Ia juga mengungkapkan pandangan terkait berbagai tantangan yang dihadapi Aceh saat ini, terutama mengenai sinkronisasi antara legislatif, eksekutif, dan pemerintah pusat.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler