EDUKASI
EDUKASI

Tak hanya Trauma Kini Siswa yang Dipaksa Sujud dan Gonggong Juga Diskors 3 Hari

“Valhalla_spectaclub juga punya dia tapi ig nya dah hilang,” tulis akun tersebut dikutip pada Rabu, (13/11/24). 

Valhalla merupakan diskotek yang berada di Jalan Kombes Pol. Moh. Duryat RT/RW 006/008, Surabaya, Jawa Timur.

Klub malam tersebut pernah digeruduk warga dan sekelompok massa pada Rabu, 5 Juni 2024 lalu.  

Massa atas nama Federasi Masyarakat Sipil Bersatu (FMSB) melakuan aksi unjuk rasa di depan club Valhalla.

Penyebabnya akibat tidak mengantongi izin.

Selain itu, klub malam Valhalla dianggap berpotensi mengganggu keamanan masyarakat Surabaya.

Juga dianggap merusak moralitas generasi muda.

Tuntutan itu juga disampaikan oleh FMSB ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Satuan Polisi Pamong Praja Surabaya.

 

Awal Mula Pemicu Kejadian 

Beredar video yang dibagikan akun  X @PaltiWest2024, peristiwa itu terjadi di depan sekolah SMA Gloria 2 Surabaya.

Berita Lainnya:
Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK

Melalui unggahan tersebut penyebab wali murid pria berbaju putih minta siswa sujud dan menggongong karena tidak terima anaknya diejek.

‘Tak terima anaknya diejek, pengusaha di Surabaya suruh murid mengg*ng*ng..Ini orang tua anak tersebut kok membiarkan anaknya digituin?! Kalau gue mana bisa nahan emosi kalau anak gue digituin..,’ tulis @PaltiWest.

Ucapan meledek itu diduga dilontarkan lewat direct message oleh siswa SMA Kristen Gloria 2 kepada siswa SMA Cita Hati.

Tidak terima anaknya diledek, orang tua siswa SMA Cita Hati bernama Ivan lantas mendatangi sekolah SMA Kristen Gloria 2.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Akmarawita Kadir menerangkan ledekan itu dilontarkan buntut dari pertandingan basket antar tim.

“Seminggu sebelumnya mereka pertandingan basket, basket ada tim Gloria ada tim lain. Diejek ini rupanya sekolah Cita Hati yang berdekatan dengan Gloria,” kata Kadir melansir Tribunnews.com , Selasa, (12/11/2024).

Berita Lainnya:
Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo Meninggal Dunia

Orang tua siswa yang diejek tak terima langsung mendatangi SMA Kristen Gloria 2 Surabaya.

“Orang tua yang diejek datang ke sekolah menunggu anak yang diduga mengejek anaknya,” lanjut Kadir.

Menurut Kadir, orang tua murid bernama Ivan itu datang bersama rombongan.

Akibat ada keributan akhirnya kepala sekolah menyuruh mereka masuk.

“Meminta anak yang mengejek minta maaf dengan cara jongkok dan menggonggong. Ibu kepala sekolah membiarkan bullying terjadi. Iya itu pasti (ketakutan),” terang Kadir.

Kemungkinan ibu kepala sekolah membiarkan Ivan menyuruh siswa sujud dan menggonggong karena takut melihat rombongan tersebut.

“Dia tidak berdaya menghalangi itu. Akhirnya terjadi, diangkat security biar tidak melakukan tapi tetap dilakukan,” kata Kadir.

image_print
1 2 3 4

Reaksi

Berita Lainnya