BLANGPIDIE – Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Abdya), Bima Yudha Asmara, mengakui bahwa kinerja Kejari Abdya sepanjang tahun 2024 belum optimal dan mungkin belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat, terutama dalam hal penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi.
“Kinerja tersebut kami sadari belum optimal dan mungkin belum memenuhi harapan masyarakat, khususnya dalam penanganan dan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi,” kata Bima Yudha Asmara dalam pernyataannya di Blangpidie, Selasa.
Namun, ia menegaskan komitmen Kejari Abdya untuk terus memperbaiki dan memaksimalkan kinerja di tahun 2025.
“Insyaallah di tahun 2025 ini Kejari Abdya akan berupaya memaksimalkan kinerja menjadi lebih baik,” tambahnya.
Hal itu disampaikan Kajari Bima ketika menyampaikan keterangan pers terhadap capaian Kejari Abdya yang diraih kurun waktu selama tahun 2024.
Dalam presentasinya, Bima memaparkan pencapaian di berbagai bidang, termasuk Pembinaan, Intelijen, Tindak Pidana Umum, Tindak Pidana Khusus, Perdata dan Tata Usaha Negara, serta Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti.
Di bidang pembinaan, Kejari Abdya berhasil mengelola anggaran sebesar Rp7,7 miliar dengan realisasi 96,02%, dan penerimaan PNBP mencapai Rp154,7 juta. “Kami juga fokus pada peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Kemudian dalam bidang intelijen, Kejari Abdya melaksanakan 3 operasi lid/pam/gal, 2 pemantauan pemilu, 3 kampanye antikorupsi, serta 4 kegiatan penyuluhan hukum. “Operasi ini bertujuan memastikan keamanan dan ketertiban serta mencegah korupsi sejak dini,” jelasnya.
Sedangkan untuk tindak pidana umum, Kejari Abdya menangani 111 SPDP, melaksanakan 66 eksekusi, dan menyelesaikan 7 kasus melalui restorative justice. “Restorative justice menjadi fokus kami untuk menyelesaikan konflik tanpa melalui proses peradilan yang panjang dan mahal,” kata Bima.
Selanjutnya di bidang tindak idana khusus, tercatat 3 penyelidikan, 2 penyidikan, 1 penuntutan, dan 3 eksekusi dengan pengembalian denda sebesar Rp50 juta. “Ini menunjukkan komitmen kami dalam memberantas tindak pidana khusus yang merugikan negara,” ujarnya.
Dalam Perdata dan Tata Usaha Negara, Kejari Abdya memberikan pelayanan hukum dalam 12 kasus dan pendampingan hukum dalam 21 kasus, dengan anggaran sebesar Rp37,9 juta. “Pendampingan hukum ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum yang layak,” tambahnya.
Pada Pemulihan Aset, Kejari Abdya mengamankan 51 item barang rampasan negara, dengan lelang mencapai Rp15,2 juta dan 3 kegiatan pemusnahan barang bukti seperti sabu dan ganja. “Pemulihan aset ini langkah penting dalam mengembalikan aset negara dan menegakkan hukum,” jelas Bima.
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Nabi Isa 'alaihissalam, yang disebut sama org kafir sebagai Yesus…
Keren Bank Aceh Syariah. Dari waktu ke waktu penuh inovasi.…
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Beredar Narasi di Tentara AS,…
Bank Aceh Siapkan Reward Khusus…
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Indonesia, khususnya Aceh, perintah Allah dan Rasulullah itu, level urgensi…
😥 Inna lillahi wa Inna ilahi raaji'un
😂 Mana pernah ngaku penjahat.
😂 Mereka orang-orang penyembah berhala yang terlalu delusional…
Iran is the best 👌 Amerika Serikat dan Teroris…
Berita Terpopuler