HIBURAN
HIBURAN

Tak Akur dengan Sandy Permana sejak 2019, Nanang Gimbal Jual Rumah dan Pilih Ngontrak

“Namun korban melototi tersangka dan berkata kepada tersangka dengan kalimat ‘Lu bukan warga sini, enggak usah ikut-ikutan’,” lanjutnya.

Sikap Sandy Permana itulah yang menambah rasa dendam Nanang Gimbal terhadapnya.

Kronologi, Motif, dan Modus Penusukan Sandy Permana

Diberitakan sebelumnya, Wira mengungkapkan kronologi lengkap penusukan yang menewaskan Sandy Permana.

Penusukan terjadi pada sekitar pukul 06.30 WIB saat tersangka Nanang Gimbal memperbaiki sepeda motor di pinggir jalan di depan rumahnya.

Kemudian Nanang Gimbal melihat korban Sandy Permana yang mengendarai sepeda motor listrik melintas di depan rumah tersangka.

Berdasarkan pengakuan Nanang Gimbal, Sandy Permana menatapnya dengan sinis bahkan sempat meludah ke arahnya.

“Tiba-tiba korban meludah dan menatap sinis terhadap tersangka kemudian tersangka merasa emosi,” jelas Wira.

Melihat hal tersebut, Nanang Gimbal merasa tersinggung dan sontak ingin meluapkan emosinya yang selama ini ia pendam terhadap korban.

Berita Lainnya:
Pelapor Pandji Pragiwaksono Junior Timses Gibran

“Lalu tersangka mengambil pisau dari kandang di samping rumah, kemudian tersangka berlari mengejar korban dengan maksud untuk melukai korban serta meluapkan kekesalan yang selama ini terpendam,” papar Wira.

Nanang Gimbal menusukkan pisau yang diambilnya itu ke arah korban secara bertubi-tubi.

“Modus operandi dari pada si pelaku melakukan perbuatan yaitu dengan cara menusuk ke bagian perut kiri korban sebanyak 2 kali dalam posisi korban masih berada di atas motor,” katanya.

Wira mengatakan bahwa korban sempat berhenti untuk memberikan perlawanan terhadap serangan Nanang Gimbal.

“Kemudian korban berhenti dan korban melakukan perlawanan dengan cara menangkis,” sebut Wira.

Tetapi, Nanang Gimbal tanpa ampun tetap berusaha untuk menusuk korban.

“Tersangka tetap berusaha untuk melukai korban dengan cara menusuk kembali ke arah pelipis kiri korban sebanyak 1 kali, kemudian menusuk kepala korban sebanyak 1 kali. Kemudian menusuk ke arah dada korban sebanyak 1 kali. Kemudian pelaku menusuk ke arah leher kiri korban sebanyak 1 kali,”

Berita Lainnya:
Penjelasan Puslabfor Polri soal Bercak Darah di Kamar Lokasi Meninggalnya Lula Lahfah

“Selanjutnya pada saat korban ingin lari menyelamatkan diri, tersangka mengejar dan menusuk kembali ke arah punggung kiri korban sebanyak 1 kali dengan menggunakan sebilah pisau,” terangnya.

Sandy Permana sempat dilarikan ke RSUD Cileungsi di daerah Bogor guna mendapat pertolongan medis, tetapi sayang nyawanya tidak terselamatkan.

Berdasarkan hasil autopsi korban, Sandy Permana meninggal dunia akibat pendarahan hebat dari luka tusuk di bagian leher.

“Didapatkan beberapa luka di tubuh korban yakni pada bagian dada khususnya, kemudian bagian leher kiri, kemudian di pelipis sebelah kiri, bagian kepala, bagian wajah, bagian punggung serta perut,”

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya