Kapitalisme juga menciptakan persaingan kerja yang tidak sehat. Alih-alih memastikan setiap orang mendapatkan pekerjaan yang layak, sistem ini justru membebankan rakyat untuk bertahan hidup sendiri di tengah persaingan global. Negara cuma berperan sebagai regulator yang memastikan investor betah, bukan sebagai penyedia kesejahteraan bagi warganya.
Lalu, kalau begini terus, salahkah kalau generasi muda merasa nggak punya harapan di negeri sendiri dan ingin mencari kehidupan lebih baik di luar negeri? Bukankah ini cerminan nyata dari kegagalan sistem yang diterapkan di negeri ini?
Islam: Solusi Nyata untuk Mewujudkan Kesejahteraan
Sebagai seorang muslim, kita tentu perlu mencari solusi yang hakiki, bukan hanya sekadar mengikuti arus tren. Islam sebagai sistem kehidupan punya jawaban atas permasalahan ini. Islam tidak hanya memberikan tuntunan moral, tetapi juga sistem ekonomi dan pemerintahan yang menjamin kesejahteraan rakyatnya.
Dalam sistem Islam, negara wajib menjamin kebutuhan dasar setiap individu, menyediakan lapangan kerja, serta mengelola sumber daya alam untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir elit.
1. Negara Wajib Menyediakan Lapangan Kerja
Dalam Islam, negara bertanggung jawab penuh dalam memastikan laki-laki baligh memiliki pekerjaan. Negara tidak boleh lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar seperti dalam kapitalisme. Pemerintah akan membuka lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perdagangan, industri, hingga jasa, sehingga rakyat tidak perlu mencari nafkah di negeri orang.
2. Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Rakyat
Islam mengajarkan bahwa kekayaan alam adalah milik bersama dan harus dikelola oleh negara untuk kepentingan rakyat, bukan untuk dijual ke swasta atau asing. Dengan begitu, hasil dari sumber daya alam bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat, misalnya dengan menyediakan pendidikan gratis, layanan kesehatan berkualitas, serta infrastruktur yang memadai.
3. Pendidikan yang Mencetak SDM Unggul
Berbeda dengan sistem pendidikan kapitalisme yang lebih berorientasi pada penciptaan tenaga kerja murah bagi korporasi, sistem pendidikan dalam Islam dirancang untuk mencetak SDM yang berkualitas, beriman, dan siap membangun peradaban. Pendidikan bukan sekadar alat untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam membangun generasi yang kuat dan mandiri.
4. Kehidupan yang Adil dan Sejahtera
Islam menjamin kehidupan yang adil dan sejahtera bagi seluruh rakyat, tanpa membedakan kaya atau miskin. Tidak ada kesenjangan ekonomi yang tajam seperti dalam kapitalisme. Setiap individu berhak mendapatkan akses yang sama terhadap kebutuhan dasar, baik itu pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraan ekonomi.
Khilafah: Jalan Menuju Kehidupan yang Lebih Baik
Kalau kita benar-benar ingin keluar dari lingkaran kesenjangan ekonomi dan ketidakadilan sistem yang ada saat ini, maka solusinya bukan sekadar “kabur” ke luar negeri, tetapi berjuang untuk menegakkan sistem yang benar, yaitu Islam.





























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…