BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar khataman Al-Qur’an dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an, Minggu (16/3/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional “Indonesia Khataman Al-Qur’an” yang diinisiasi oleh Kementerian Agama dengan target 350.000 khataman dalam sehari.
Khataman di UIN Ar-Raniry berlangsung di Masjid Fathun Qarib dan melibatkan Pusat Studi Al-Qur’an UIN Ar-Raniry, Unit Kegiatan Mahasiswa Qur’an Aplikasi Forum (UKM QAF) serta Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ar-Risalah.
Setiap halaqah terdiri atas 30 peserta, di mana masing-masing membaca satu juz Al-Qur’an secara bersamaan.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman menekankan pentingnya tidak hanya mengkhatamkan Al-Qur’an, tetapi juga memahami isinya, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.
“Secara tradisi, masyarakat Aceh selalu mengkhatamkan Al-Qur’an. Saya berharap, setidaknya sekali seumur hidup, kita juga berupaya memahami isinya dengan membaca terjemahannya, lebih-lebih di bulan Ramadhan. Ini adalah momentum terbaik untuk lebih mendalami pesan-pesan Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Mujiburrahman.
Ketua Pusat Studi Al-Qur’an UIN Ar-Raniry, Ustadz Ivan Aulia Trisnady menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Khataman ini menjadi momentum bagi sivitas akademika UIN Ar-Raniry untuk lebih mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan semangat kebangsaan dalam memperkokoh nilai-nilai Islam di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sesuai ketentuan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor SE.13 Tahun 2025, khataman serentak di seluruh Indonesia berlangsung sejak pukul 00.01 hingga 19.00 WIB.
“Di lingkungan UIN Ar-Raniry, khataman dimulai pukul 17.00 WIB setelah salat Asar hingga menjelang waktu berbuka puasa,” ujar Ustadz Ivan yang juga Imam Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Secara nasional, program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, pesantren, madrasah, masjid, dan komunitas pengajian.
Di Aceh, tercatat sebanyak 8.000 khataman berlangsung di berbagai titik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang, tidak hanya dalam bulan Ramadhan, tetapi juga dalam keseharian umat Islam sebagai bagian dari upaya mendalami dan mengamalkan Al-Qur’an. [ ]






























































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler