OPINI
OPINI

Panik Jelang Geruduk UGM, Mulai Ada Alasan Ijazah Hilang, Pembatasan Tamu hingga Tunjuk Lawyer

Oleh:  Dr. KRMT Roy SuryoPemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB Independen – Jakarta

Jelang acara “Halal bil halal Istimewa” yang banyak disebut Netizen +62 sebagai “Geruduk UGM”,  Selasa 15/04/25 pekan depan, UGM tampak sibuk mempersiapkan (alasan) untuk momentum yang ditunggu-tunggu seluruh rakyat Indonesia ini.Betapa tidak? Hari-hari ini mulai berseliweran berbagai berita terkait hal tersebut, mulai dari yang berasal dari sumber Sekretariat UGM resmi, seorang Guru Besar yang berniat melakukan pembelaan (?), hingga adanya tuntutan kepada para Alumnus UGM asli dari orang-orang yang malahan bukan dari UGM Asli tetapi hanya jebolan kampus lain.

Terwelu, demikian diksi yang kerap saya gunakan untuk menyatakan terlalu. Setelah lebih dari satu dekade berlalu hanya bisa ditunjukkan dengan selembar Fotocopy hitam putih dan itupun tanpa adanya Bukti Legalisasi resmi dari UGM, awal Lebaran kemarin dimunculkan oleh kader Partai Sebar Ijazah sebuah Foto yang disebut dan diakuinya sebagai “Ijazah asli JkW” (?), bahkan sempat dikatakannya “diterima langsung dari JkW”. Kini mulai ada dalih lain yang barusan dimunculkan soal kabar kemungkinan bahwa Ijazah itu pernah ada, kemudian hilang dan dilakukan penerbitan ulang / re-printing iyang diucapkan seorang Guru besar dari UGM sendiri.

Berita Lainnya:
Eggi Sudjana Terlambat Berdamai dengan Jokowi

Statemen dari Prof Dr Markus Priyo Gunarto SH MHum (MPG), guru besar hukum pidana UGM, sebagaimana yang termuat di berbagai media online inipun sontak mengakibatkan kegaduhan baru terkait Kasus Ijazah yang disebut-sebut “palsu” oleh Netizen dan didukung analisis berdasar scientific technology berbagai pakar independen akhir-akhir ini. Apalagi hasil analisis ilmiah dari “Foto Ijazah” publikasi Kader PSI itu menunjukkan Kepalsuan dan Bukti banyak adanya Retouch / Image Editing setelah diperiksa dengan metode ELA (Error Level Analysis).

Berita Lainnya:
Luluk Hariadi, Tersangka Korupsi Pengadaan Baju Ansor Rp1,2 Miliar

Belum lagi setelah diuji menggunakan software berbasis SCI (Scientific Crime Identification) seperti Face Recognizer dan Face Comparator, PasFoto yang ditempelkan pada “Foto Ijazah” versi Kader PSI itu mismatch alias Tidak cocok dengan JkW dan malah match (cocok, identik) dengan orang lain yang bernama Dumatno Budi Utomo (DBU), salah seorang sepupu JkW kelahiran 08/07/77 yang menjadi Dirut PT Bara Toba Energy sebagainana analisis saya kemarin “Matched menurut AI, PasFoto di Ijazah JkW adalah DBU, Ambyar”.

Tentu saja pendapat Prof MPG ini seperti menelan ludahnya (yang pahit) sendiri, karena sebelumnya dia malahan yang pernah berkata bahwa IIjazah itu hanya bokeh diibuat sekali saja dan disebut sebagai Einmalig atau bersifat Photografis.

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya