BANDA ACEH – Sekolah Menengah Kejuruan 1 Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar mengklarifikasi tudingan pemotongan beasiswa Program Indonesia Pintar atau PIP, yang dialamatkan ke sekolah setempat. Kabar pemotongan tersebut dinilai sebagai bentuk fitnah karena tidak didasari fakta.
“Kami pastikan tidak benar. Sejak bergulir, kami pihak sekolah telah menempuh mekanisme sebagaimana aturan penyalurannya,” tegas Kepala SMK 1 Masjid Raya, Muhammad Husin dalam siaran pers, Selasa (15/4/2025).
Menurut Muhammad, informasi pemotongan beasiswa PIP yang dialamatkan ke sekolah yang dipimpinnya, dilakukan oknum yang mengaku sebagai wartawan. Sayangnya lanjut Muhammad, narasi yang disebut berita oleh oknum penyebar dimaksud sangat bertolak belakang dengan sebuah karya jurnalistik.
“Kenapa kami katakan rumor, karena narasi dugaan pemotongan yang disebarluaskan melalui grup whatsaap ini tidak layak dikatakan sebagai karya jurnalistik. Sebagai lembaga yang dirugikan kami tidak diberikan hak jawabsebagaimana kaidah kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Muhammad menyayangkan narasi yang dibangun terkait pemotongan beasiswa PIP tersebut yang terkesan dikeluhkan oleh semua wali siswa penerima manfaat. Padahal lanjutnya, keluhan berawal kesalahpahaman salah seorang wali siswa dalam menerima informasi terkait beasiswa PIP.
“Mungkin tidak etis jika saya menyebut nama siswa tersebut karena walau bagaimanapun itu siswa kami. Tapi melalui pertemuan dengan orang tua wali siswa bersangkutan pada 12 April lalu, sudah kami jelaskan terutama terkait besaran beasiswa PIP yang diterima setiap siswa,” ungkap Muhammad.
“Saat itu, wali siswa tersebut juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahamannya,” tegasnya.
Muhammad menjelaskan besaran beasiswa PIP yang diterima siswa SMA/SMK dan MA berbeda menurut jenjang kelas. Adapun besarannya, setiap siswa dijenjang kelas X dan XI menerima besaran beasiswa 1,8 juta pertahun, sedang siswa jenjang kelas XII menerima 900 ribu rupiah pertahunnya.
“Ini perlu kami jelaskan karena narasi yang dibangun bahwa ada siswa yang hanya menerima 300 ribu atau tidak sesuai alokasi sebagaimana dianggarkan pemerintah. Padahal tidak demikian,”ujarnya.
Mumammad memastikan setiap siswa menerima beasiswa yang sama sesuai jenjang kelas sebagaimana alokasi pemerintah, tanpa pemotongan.
“Jadi tidak benar jika narasi yang menyebut bahwa ada siswa hanya terima 300 ribu. Padahal jumlah yang diterima setiap siswa sama, namun sejumlah siswa menggunakannya untuk melunasi kewajiban yang tertunggak,” ungkapnya.































































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler