BANDA ACEH – Berhasil menyelamatkan diri dari penyerangan, detik-detik pembantaian pendulang emas oleh KKB Papua diungkap korban selamat.Salah seorang pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan menyampaikan kengerian pembantaian yang dilakukan oleh KKB pada Selasa 8 April lalu.
Menurutnya, para pendulang saat megetahui adanya penyerangan telah berisiap-siap untuk melarikan diri.
Akan tetapi mereka berhasil tangkap karena KKB telah mengepung lokasi tenda pendulang emas.
“Mereka sempat ingin lari tapi kami telah dikepung dan mereka digorong satu – satu,” kenangnya.
Pendulang yang selamt itu menyampaikan jika dirinya sempat melihat aksi sadis KKB yang mengorok teman – temannya saat ingin melarikan diri dari lokasi kejadian.
Menurutnya KKB melakukan penyerangan pada pukul 4.00 waktu setempat menjelang subuh.
“Mereka digorok satu-satu dari ujung sampai ujung,” ungkapnya.
Pendulang itu menyampaikan jika dirinya berhasil selamat karena berada di baris paing ujung dan berhasil melarikan diri.
“Mereka sempat mencari menggunakan senter, namun saya bersembunyi disemak-semak di atas bukit,” paparnya.
“Saya sudah gemetar saat itu, tapi saya paksa untuk tetap naik dan bersembunyi,” ungkapnya.
Menurut peristiwa itu terjadi tidak lama dan setelah KKB meniggalkan lokasi dirinya kembali turun ke lokasi perkemahan.
Pendulang yang berhasil selamat itu meyampaikan sesampaikan kembali ke kamp, mulai dari HP dan berbagai barang lainnya telah tidak ada karena diambil oleh KKB.
“Pakaian masih ada dan darah semua bergelinangan di tenda hingga luar tenda,” jelasnya.
“Terpal saya gulung, saya ambil sleeping bag dan beberapa keperluan lainnya saya ambil,” tambahnya.
Sedangkan pihak KKB yang mengatasnamakan diri mereka Tentara Pembebasan Nasional Papua Merdeka atau TPNPB menyampikan jika mereka bertanggung jawab atas pembantaian pendulang emas tersebut.
Adapun penyerangan dilakukan oleh TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalion Yamue serta Batalion WSM dari pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma.
Penyerangan dilakukan selama 3 hari, sejak 6 hingga 8 April dan berhasil membunuh sebanyak 11 penduang emas.
Sedangkan penyerangan ini disebutkan dipimpin oleh Komandan Batalion Yamue, Mayor Homy Heluka dan Komandan Batalion WSM (Wosem).
Setelah melakukan penyelidikan pihak berwajib menyampaikan identitas korban pembantaian KKB, di mana rincian 11 jenazah yang telah diserahkan yaitu: Wawan Tangahu, Suardi Laode alias Kaswadi, Stenli Humena, Yuda Lesmana, Riki Rahmat, Muhammad Arif, Safaruddin, Abdur Raffi Batu Bara, Stefanus Gisbertus, Zamroni, dan Rusli.































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler